Rabu, 11 Januari 2012

keterampilan Berbahasa Indonesia

Hakikat Menulis
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung tidak tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini, penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur kata, dan kosa kata. Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur (Tarigan 1986:3-4).
Sujanto (1988: 56) mengungkapkan bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dilandasi dengan pengetahuan kebahasaan, baik tentang kaidah-kaidah maupun laras-larasnya dan menulis juga merupakan suatu proses yang tidak mungkin datang adanya latihan. Menurut Lado (dalam Ahmadi 1997:143), menulis adalah meletakkan atau mengatur simbol-simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis itu, sebagai penyajian satuan-satuan ekspresi bahasa.
Menurut Akhadiah (1997:3) menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam tulisan. Tulisan merupakan sebuah sistem komunikasi antar manusia yang menggunakan simbol atau lambang bahasa yang sudah disepakati pemakaiannya. Komunikasi tertulis terdapat empat unsur yang terlibat di dalamnya, yaitu (1) penulis sebagai suatu pesan, (2) pesan atau isi tulisan, (3) saluran atau medium tulisan, (4) pembaca sebagai penerima pesan.
Menurut Tarigan (1986:21), menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang mengambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Kalau diperhatikan definisi ini mengandung pengertian bahwa lambang-lambang grafik yang dimaksud adalah lambang-lambang yang sudah menjadi kesepakatan atau konvensi bersama.  Lambang biologi, lambang fisika, lambang kedokteran, lambang matematika, lambang musik, lambang unsur kimia, lambang bilangan dan lambang alfabet merupakan contoh lambang yang sudah di sepakati bersama. Semua lambang itu digunakan untuk menyatakan maksud dan pengertian tertentu. Misalnya lambang biologi digunakan untuk ilmu-ilmu yang berhubungan dengan biologi, lambang matematika digunakan untuk ilmu yang berhubungan dengan matematika, dan lambang musik digunakan untuk menulis nada musik.

Lambang-lambang ditulis di media yang menggunakan alat-alat tulis untuk menggambarnya. Alat tulis tersebut berupa pensil, pena, spidol, krayon, dan kapur tulis. Penggunaan alat tulis tersebut tergantung dengan media apa yang dipakai. Misalnya media kertas menggunakan pensil atau pena, papan tulis hitam (blackboard) menggunakan kapur tulis, dan papan tulis putih (whiteboard)  menggunakan spidol berwarna. Bahkan, sekarang orang menulis lambang-lambang grafis dengan menggunakan alat tulis yang modern misalnya komputer, laptop, dan handphon.

Menulis lambang grafis diperlukan keterampilan khusus. Ketrampilan ini dikuasai dengan cara belajar dan berlatih. Kebanyakan orang ingin segera belajar menulis dengan menggunakan lambang-lambang ini. Menguasai keterampilan menulis mempunyai kesempatan untuk menguasai suatu ilmu. Ada anggapan bahwa orang yang sudah menguasai salah satu keterampilan menulis lambang grafis termasuk orang yang berpendidikan, berilmu, dan terpelajar.

Menguasai keterampilan menulis lambang-lambang ini tidaklah mudah, harus mengalami proses dan memerlukan waktu yang panjang. Proses dimulai dari mengenal bentuk huruf-huruf, menulis huruf, merangkai kata, merangkai kalimat, sampai merangkai paragraf.

Sebaiknya untuk melatih keterampilan ini dimulai sejak usia dini. Usia dini sangat baik untuk belajar menulis lambang grafis. Sebab dengan belajar menulis lambang-lambang grafis sejak usia dini, anak akan  terlatih  untuk  mempelajari pengetahuan lebih awal. 

Menurut Wiyanto (2004:2), kata menulis mempunyai arti kegiatan mengungkapkan gagasan secara tertulis. Gagasan merupakan hasil pemikiran mengenai sesuatu sebagai pokok atau tumpuan untuk pemikiran selanjutnya (Moeliono, 1998:285).  Setiap penulis mempunyai pikiran yang ingin disampaikan atau dikomunikasikan kepada orang lain. Dalam hal ini, menterjemahkan ide-ide kedalam bentuk huruf-huruf. Huruf dan tanda baca menjadi wakil bunyi bahasa yang berisikan gagasan ditulis di sebuah media untuk disampaikan kepada orang lain. Jadi, pada hakikatnya menulis merupakan proses kegiatan memanfaatkan lambang-lambang grafis untuk menyampaikan ide, gagasan, dan pesan dengan menggunakan alat tulis.
Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu kegiatan untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain dengan medium bahasa yang telah disepakati bersama dan tidak secara tatap muka. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif, maka keterampilan ini harus selalu dilatihkan dan disertai dengan praktek yang teratur.
Tujuan Menulis
Hartig (dalam Tarigan 1986:24-25) mengungkapkan bahwa tujuan menulis adalah
(1)     assignment purpose (tujuan penugasan) yaitu penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan karena kemauan sendiri;
(2)     altruistic purpose (tujuan altruistic) yaitu penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu; 1ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu; (3) persuasive purpose (tujuan persuasif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca dan kebenaran gagasan yang diutarakan; (4) informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan) yaitu tulisan yang bertujuan untuk memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca; (5) self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) yaitu tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sebagai sang pengarang kepada para pembaca; (6)creative purpose (tujuan kreatif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencapai nilai-


(3)     persuasive purpose (tujuan persuasif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca dan kebenaran gagasan yang diutarakan;
(4)     informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan) yaitu tulisan yang bertujuan untuk memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca;
(5) self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) yaitu tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sebagai sang pengarang kepada para pembaca;
(6)     creative purpose (tujuan kreatif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencapai nilai- nilaiartistic dan nilai-nilai kesenian;
(7) problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencerminkan atau menjelajahi pikiran-pikiran agar dapat dimengerti oleh pengarang.
Menurut Sujanto (1988: 68) tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu mengenai diri seseorang. Tulisan mengandung nada yang serasi dengan maksud dan tujuannya. Menulis tidak mengharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi, tetapi harus menentukan siapa yang akan membaca tulisan tersebut.
Semi (1990:19) berpendapat bahwa tujuan menulis adalah:
(1) memberikan arahan, yakni memberikan petunjuk kepada orang lain dalam mengerjakan sesuatu;
(2) menjelaskan sesuatu, yakni memberikan uraian atau penjelasan tentang sesuatu hal yang diketahui oleh orang lain;
(3) menceritakan kejadian, yaitu memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu;
(4) meringkaskan, yaitu membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi singkat;
(5) meyakinkan, yaitu tulisan yang berusaha meyakinkan orang lain agar setuju atau sependapat dengannya.
Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah untuk mengekspresikan perasaan, memberi informasi, mempengaruhi pembaca, meyakinkan, dan memberi hiburan. Tujuan menulis juga dapat memberikan arahan, menjelaskan sesuatu, menceritakan kejadian, memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu, meringkas atau membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat.
Orang boleh saja menulis tanpa tujuan, tetapi lazimnya orang menulis guna mencapai tujuan tertentu, seperti:
  1. Memberi (Menjual) Informasi
    Sebagian besar tulisan dihasilkan dengan tujuan memberi (baca: menjual) informasi, teristimewa bila hasil karya tulis tersebut diperjualbelikan. Pada sisi positif lain, tulisan juga bersifat memperkenalkan atau mempromosikan sesuatu, termasuk suatu kejadian (berita) atau tempat (pariwisata).
  2. Mencerahkan Jiwa
    Bacaan sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia modern, sehingga karya tulis selain sebagai komoditi juga layak dipandang sebagai salah satu sarana pencerahan pikiran dan jiwa.
  3. Mengabadikan Sejarah
    Sejarah harus dituliskan agar abadi sampai ke generasi selanjutnya.
  4. Ekspresi Diri
    Tulisan juga merupakan sarana mengekspresikan diri, baik bagi perorangan maupun kelompok.
  5. Mengedepankan Idealisme
    Idealisme umumnya dituangkan dalam bentuk tertulis supaya memiliki daya sebar lebih cepat dan merata.
  6. Mengemukakan Opini dan Teori
    Buah pikiran pun hampir selalu diabadikan dalam bentuk tulisan.
  7. "Menghibur"
    Baik temanya humor maupun bukan, tulisan umumnya juga bersifat "menghibur".
Jenis-jenis Menulis
3. Jenis-Jenis Menulis
Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandangyang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalammelaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu.Klasifikasi keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang keduamenghasilkan pembagian produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangannarasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satupersatu.
a. Eksposisi
Eksposisi biasa juga disebut pemaparan, yakni salah satu bentuk karanganyang berusaha menerangkan, menguraikan atau menganalisis suatu pokokpikiran yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan seseorang.Penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah secara analisis danterperinci memberikan interpretasi terhadap fakta yang dikemukakan. Dalamtulisan eksposisi, teramat dipentingkan informasi yang akurat dan lengkap.Eksposisi merupakan tulisan yang sering digunakan untuk menyampaikanuraian ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis, desertasi, atau artikel pada suratkabar atau majalah. Jika hendak menulis bagaimana peraturan bermain sepakbola, cara kerja pesawat, bagaimana membuat tempe, misalnya, maka jenistulisan eksposisi sangat tepat untuk digunakan. Ekposisi berusaha menjelaskanatau menerangkan.Parera (1993 : 5) mengemukakan bahwa “Seorang pengarang eksposisi akanmengatakan, Saya akan menceritakan kepada kalian semua kejadian danperistiwa ini dan menjelaskan agar Anda dapat memahaminya.”Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa untuk menulis karangan eksposisimaka, penulis harus memiliki pengetahuan memadai tentang objek yang akandigarapnya. Untuk itu, maka seorang penulis harus memperluas pengetahuandengan berbagai cara seperti membaca referensi yang berkaitan denganmasalah yang dikaji melakukan penelitian, misalnya wawancara, merekampembicaraan orang, mengedarkan angket, melakukan pengamatan terhadapobjek dan sebagainya.Untuk menghasilkan tulisan ekposisi yang baik pikiran utama dan pikiranpenjelas harus diorganisir dalam bentuk kerangka karangan yang padaumumnya dibagi dalam tiga bagian yaitu, bagian pembuka (pendahuluan)bagian pengembangan (isi), dan bagian penutup yang merupakan penegasanide. Untuk karangan yang bersifat kompleks, harus diuraikan dalam bentuk sub-bagian yang lebih rinci. Dalam karangan seperti itu dapat disusun dalam bentukbab dan diperinci lagi menjadi sub-sub bab.Contoh eksposisi :Masa remaja adalah saat yang penuh kesenangan dan kegembiraan. Namun,masa itu juga merupakan saat mulai timbulnya jerawat. Suatu pertanda bahwaAnda telah memasuki masa dewasa, namun merupakan suatu hal yang Andaharapkan tidak begitu tampak. Cobalah Clearasil krem pengobatan jerawat.  Clearasil memiliki tiga daya ampuh yang khas untuk membantu mempercepatproses penyembuhan jerawat serta membantu menghindari timbulnya jerawatbaru. Jadikanlah dirimu salah satu dari berjuta-juta pemakai Clearasil di duniadan tampilkan wajah Anda dengan banggga !
b. Deskripsi
Deskrisi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata suatubenda, tempat, suasana atau keadaan. Seorang penulis deskripsimengharapkan pembacanya, melalui tulisannya, dapat ‘melihat’ apa yangdilihatnya, dapat ‘mendengar’ apa yang didengarnya, ‘merasakan’ apa yangdirasakanya, serta sampai kepada ‘kesimpulan’ yang sama dengannnya. Darisini dapat disimpulkan bahwa deskripsi merupakan hasil dari obesrvasi melaluipanca indera, yang disampaikan dengan kata-kata (Marahimin. 1993.46)Contoh deskripsi:Pasar Blaura merupakan pasar perbelanjaan yang sempurna. Semua barangada di sana. Di bagian terdepan berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Dilantai satu terdapat toko pakaian yang lengkap berderet-deret. Di sampaingkanan pasar terdapat stan-stan kecil penjual perkakas dapur. Di samping kiriada pula jenis buah-buahan. Pada bagian belakang kita dapat menemukanberpuluh-puluh pedagang kecil yang berjualan makanan dan minuman. Belumlagi kalau kita melihat lantai di atasnya ( Adisampurno. 2003. 11)
c. Narasi (kisahan)
Narasi atau kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan menceritakanrangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dariwaktu ke waktu. Paragraf narasi itu dimaksudkan untuk memberi tahu pembacaatau pendengar tentang apa yang telah diketahui atau apa yang dialami olehpenulisnya. Narasi lebih menekankan pada dimensi waktu dan adanya konflik(Pusat Bahasa. 2003.46).Contoh Narasi:Sore itu kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memakirkan mobil.Kemudian, kami memasuki gang kecil. Beberapa waktu kemudian, kami sampaidi sebuah rumah yangh sederhana seperti rumah-rumah di sekitarnya. Rumah-rumah itu tanpak tidak semewah rumah-rumah gedung yang terletak di pinggir jalan. Pintu rumah yang sederhana itu terbuka pelan. Seorang gadis berlari danmemelukku. Gadis itu tiba-tiba pinsan dan terkulai lemas dalam pelukanku (Pusat Bahasa .2003. 47).
d. Argumentasi
Argumentasi merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan pendapatpenulis meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar amenerimapendapanya. Argumentasi berusaha meyakinkan pembaca. Cara menyakinkanpembaca itu dapat dilakukan dengan jalan menyajikan data, bukti, atau hasil-hasil penalaran (Pusat Bahasa. 2001. 45).
Contoh Argumentasi :
Kedisiplinan lalu lintas masayarakat di Jakarta cenderung menurun. Hal initerbukti pada bertambahnaya jumlah pelanggarannya yang tercatat dikepolisian. Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan punjuga semakin meningkat. Oleh karena itu, kesadaran mesyarakat tentangkedisplinan berlalu lintas perlu ditingkatkan (Pusat Bahasa. 2003. 45).

e. Persuasi
Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya-ajuk, ataupun berdayahimbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini danmenuruti himbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis.Dengan kata lain, persuasi berurusan dengan masalah mempengaruhi oranglain lewat bahasa.
Contoh Persuasi:
Bahasa adalah alat komunikasi. Sebagai alat, bahas saangat luwes dalammenjalankan fungsinya, bahasabdapat dipakai oleh pemakaiannya untukkepentingan apa saja selama dalam batas-batas fungsinya sebagai alatkomunikasi. Anda tenttunya dapat mengatakan pikiran ini dengan kenyataankehidupan sehari-hari. Karena pemakaian bahasa yang luwes ini kita dapatmenemukan akibatnya dalam masyarakat: terjadi penipuan, kesuksesan,kedengkian, percekcokan, dan sejenisnya. Kita bisa mengaitkan masalah inimisalnya dengan kemampuan seorang ”penjual obat” Obat atau jamu yangdibawanya biasanya disangsikan orang ketinggian mutunya. Tetapi mengapadia bisa berhasil memperdayakan orang lain untuk membeli obat ataujamunya? Salah satu faktor yang tidak bisa diingkari adalah karena bahasayang dipakainya. Dia berhasil memanfaatkan bahasa sebagai alat untukmempengaruhi orang lain.
4. Teknik Menulis
Kejelasan merupakan asas yang pertama dan utama bagi hampir semuakarangan, khususnya ragam karangan faktawi. Setiap pembaca betapa punterpelajarnya menghargai karangan yang dapat dibaca dan dimengerti secarajelas. Karangan yang kabur, ruwet, dan gelap maksudnya akan membosankanpembaca dan melatih pikirannya. Berikut ini dijelaskan ciri-ciri karangan yangjelas.a. mudah; karangan yang jelas mudah dimengerti oleh pembaca. Setiaporang menyukai karangan yang dapat dipahami tanpa susah payah;b. sederhana; karangan yang jelas tidak berlebih-lebihan dengan kalimat-kalimat dan kata-kata. semakin sederhana, semakindapat karangan itu menggambarkan sesuatu buah pikiran secara terangdalam pikiran pembaca;c. langsung; karangan yang jelas tidak berbelit-belit ketika menyampaikanpokok soalnya;d. tepat; karangan yang jelas dapat melukiskan secara betul ide-ide yangterdapat dalam pikiran penulis.

Sepuluh Pedoman untuk menghasilkan suatu karangan yang jelas :
a. Usahakan kalimat-kalimat yang pendekPanjang rata-rata yang kalimat dalam suatu karangan merupakan sebuahtolak ukur yang penting bagi keterbacaan. Kalimat-kalimat harus selang-seling antara panjang dan pendek. Pemakaian kalimat yang panjang harusdiimbangin oleh kalimat-kalimat yang pendek sehingga meningkatkankejelasan karangan.
b. Pilihlah yang sederhana ketimbang yang rumit kata-kata yang sederhana,kalimat yang sederhana, bahasa yang sederhana lebih meningkatkanketerbacaan sesuatu karangan.
c. Pilih kata yang umum dikenalDalam mengarang pakailah kata-kata yang telah dikenal masyarakat umumsehingga ide yang diungkapkan dapat secara mudah dan jelas ditangkappembaca.
d. Hindari kata-kata yang tak perlu.Setiap kata harus mempunyai peranan dalam kalimat dan karangan. Kata-kata yang tak perlu hanya melelahkan pembaca dan melenyapkan perhatian.
e. Berilah tindakan dalam kata-kata kerjaKata kerja yang aktif mengandung tindakan, yang menunjukkan gerak akanmembuat suatu karangan hidup dan bertenanga untuk menyampaikaninformasi yang dimaksud. Kalimat “Bola itu menjebol gawang lawan” lebihbertenaga ketimbang “Gawang lawan kemasukan bola”
f. Menulislah seperti bercakap-cakapKata tertulis hanyalah pengganti kata yang diucapkan lisan. Denganmengungkapkan gagasan seperti halnya bercakap-cakap, karangan menjadilebih jelas.
g. Pakailah istilah-istilah yang pembaca dapat menggambarkan.Kata yang konkret lebih jelas bagi pembaca ketimbang kata yang abstrak.
h. Kaitkan dengan pengalaman pembacaKarangan yang jelas bilaman dapat dibaca dan dipahami pembacasesuaidengan latar belakang pengalamannya.
i. Manfaatkan sepenuhnya keanekaragamanKarangan harus ada variasi dalam kata, frasa, kalimat maupun ungkapanlainnya. Keaneragaman dalam karangan adalah sumber kesenangan dalampembacaan.
j. Mengaranglah untuk mengungkapkan, bukan untuk mengesankan



Tahap-tahap Menulis
Perencanaan Karangan
Menurut Sabarti dkk, secara teoritis proses penulisan meliputi tiga tahap utama,yaitu prapenulisan, penulisan dan revisi. Ini tidak berarti bahwa kegiatanmenulis dilakukan secara terpisah-pisah. Pada tahap prapenulisan kitamembuat persiapan-persiapan yang akan digunakan pada penulisaan dengankata lain merencanakan karangan. Berikut ini dibahas cara merencanakankarangan.

b. Pemilihan Topik
Kegiatan yang mula-mula dilakukan jika menulis suatu karangan menentukantopik. Hal ini untuk menentukan apa yang akan dibahas dalam tulisan. Adabeberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih topik yaitu;
1) topik itu ada menfaatnya dan layak dibahas. Ada manfaatnya mengandungpengertiam bahwah bahasan tentang topik itu akan memberikansumbangan kepada ilmu atau propesi yang ditekuni, atau berguna bagipengembangan ilmu pengetahuan. Layak dibahas berarti topik itu memangmemerlukan pembahasan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni.
2) topik itu cukup menarik terutama bagi penulis;
3) topik itu dikenal baik oleh penulis;
4) bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai;
5) topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit:
Setelah berhasil memilih topik sesuai dengan syarat-syarat pemilihan di atasmaka yang akan dilakukan selanjutnya membatasi topik tersebut. Prosespembatasan topik dapat dipermudah dengan membuat diagram pohon ataudiagram jam.Ide induk yang menjadi benih atau pangkal awal sesuatu karangan yang akanditulis hendaknya juga dikembangkan. Setelah ide induk dikembangbiakkansampai cukup tuntas, langkah berikutnya ialah memilih salah satu saja di antararincian ide-ide yang muncul itu untuk dijadikan topik karangan. Topik inilah yangkemudian perlu diolah lebih lanjut dengan membatasi topik dengan sebuahtema tertentu.    Jadi pada topik ini ditentukan salah satu segi, unsur, ataufactornya yang dijadikan pembicaraan.Langkah yang terakhir yang perlu dilakukan pengarang ialah menguraikan ataumengudar rumusan kalimat ide pokok menjadi sebuah garis besar karangan.Garis besar, rangka atau disebut juga outline adalah suatu rencana kerangkayang menunjukkan ide-ide yang berhubungan satu sama lain secara tertibuntuk kemudian dikembangkan menjadi sebuah karangan yang lengkap danutuh.
Di bawah ini secara ringkas proses ide induk menjadi garis besar karanganmenempuh enam langkah sebagai berikutLangkah Aktifitas Pengarang Hasil
1 Menemukan ide yang akandiungkapkan menjadi karanganIde pokok
2 Mengembangkan ide induk Rincian ide
3 Memilih salah satu ide menjadipokok soal yangTopik
4 Membatasi topik dengan sesuatusegi/unsur/faktor Tema
5 Merumuskan topik berikut temanyadalam sebuah pokok pernyataanKalimat ide
6 Menguraikan rumusan ide pokokmenjadi rangka Garis besar karangan
1). Tahap-tahap Menulis
Setelah mengetahui cara-cara memulai dan teknik memberikan nafas ke dalamtulisan. Sekarang kita melangkah ke proses penulisan. Pada tahap ini, kitahanya membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan padapengetahuan, gagasan, dan pengalaman. Adapun proses penulisan tersebutsebagai berikut.
a) Darf kasar disini dimulai menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. Pusatkan pada isi daripada tanda baca, tata bahasa, atau ejaan.Ingat untuk menunjukkan bukan memberitahukan saat menulis.
b) Berbagi; sebagi penulis kita sangat dekat tulisan kita sehingga sulit bagi kitauntuk menulai secara objektif. Untuk mengambil jarak dengan tulisan. Olehsebab itu perlu meminta orang lain untuk membaca dan memberikanumpan balik. Mintalah seorang teman membacanya dan mengatakanbagian manayang benar –benar kuat dan menunjukkan ketidakkonsistenan,kalimat yany tidak jelas, atau transisi yang lemah. Inilah beberapa petunjukuntuk berbagi.
c) Perbaikan (revisi); setelah mendapat umpan balik dari teman tentang manayang baik dan mana yang perlu digarap lagi, ulangi dan perbaikilah. Ingatbahwa penulis adalah tauan dari tulisan Anda jadi Andalah yang membuatumpan balik itu. Manfaatkanlah umpan balik yang dianggap membantu.Ingat tujuan menulis membuat sebaik mungkin.
d) Menyunting (editing); inilah saatnya untuk membiarkan “editor” otak kinimelangkah masuk. Pada tahap ini, perbaikilah semua kesalahan ejaan,tata bahasa, dan tanda baca. Pastikanlah semua transisi berjalan mulus,penggunaan kata kerja tepat, dan kalimat-kalimat lengkap.
e) Penulisan kembali ; tulis kembali tulisan Anda, masukkan isi yang baru danperubahan –perubahan penyuntingkan.
f) Evaluasi; periksalah kembali untuk memastikan bahwa Anda telahmenyelesaikan apa yang Anda rencanakan dan apa yang ingin Anda sampaikan. Walaupun ini merupakan proses yang terus berlangsung tahapini menandai akhir 

            Kegiatan menulis dibaratkan seperti seorang arsitektur akan membangunsebuah gedung, biasanya ia membuat rancangan terlebih dahulu dalam bentukgambar di atas kertas. Demikian pula seorang penulis, membuat kerangkatulisan atau outline merupakan kebiasaan yang perlu dipupuk terus untukmenghasilkan sebuah karya tulis yang baik. Penulis dalam hal ini dibaratkansebagai seorang arsitek bahasa, yang selain mengetahui bagaimanamembangun sebuah tulisan secara utuh, ia tidak boleh mengabaikan dasar-dasar penulisan. Dasar-dasar penulisan ini menjadi fondasi utama dalampenulisan adalah pemahaman kita tentang paragraf. Dengan memahami maknadan ciri-ciri paragraf yang baik, kita akan lebih mampu menuangkan gagasandan pikiran kita secara lebih runtut, sistematis, dan teratur. Pada dasarnyasebuah tulisan mencerminkan cara berpikir seseorang dan bagaimana iamemandang suatu persoalan.

6. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Menulis
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis. Namun, padaprinsipnya dapat dikategorikan dalam dua faktor yakni faktor eksternal danfaktor internal. Faktor eksternal di antaranya belum tersedia fasilitaspendukung, berupa keterbatasan sarana untuk menulis. Faktor internalmencakup faktor psikologis dan faktor teknis.Yang tergolong faktor psikologis di antaranya Faktor kebiasaan ataupengalaman yang dimiliki. Semakin terbiasa menulis maka kemampuan dankualitas tulisan akan semakin baik. Faktor lain yang tergolong faktor psikologisadalah faktor kebutuhan. Faktor kebutuhan kadang akan memaksa seseoranguntuk menulis. Seseorang akan mencoba dan terus mencoba untuk menuliskarena didorong oleh kebutuhannya.Faktor teknis meliputi penguasaan akan konsep dan penerapan teknik-teknikmenulis. Konsep yang berkaitan dengan teori- teori menulis yang terbatas yangdimiliki seseorang turut berpengaruh. Faktor kedua dari faktor teknis yaknipenerapan konsep.
Kemampuan penerapan konsep dipengaruhi banyaksedikitnya bahan yang akan ditulis dan pengethuan cara menuliskan bahanyang diperolehnya.Keterampilan menulis banyak kaitannya dengan kemampuan membaca makaseseorang yang ingin memiliki kemampuan menulisnya lebih baik, dituntutuntuk memiliki kemampuan membacanya lebih baik pula.




DAFTAR  PUSTAKA


0 Comments:

Post a Comment



5 orang aneh

5 orang aneh

Rabu, 11 Januari 2012

keterampilan Berbahasa Indonesia

Diposkan oleh NinaDN di 20.58
Hakikat Menulis
Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung tidak tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini, penulis harus terampil memanfaatkan grafologi, struktur kata, dan kosa kata. Keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan harus melalui latihan dan praktek yang banyak dan teratur (Tarigan 1986:3-4).
Sujanto (1988: 56) mengungkapkan bahwa menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang dilandasi dengan pengetahuan kebahasaan, baik tentang kaidah-kaidah maupun laras-larasnya dan menulis juga merupakan suatu proses yang tidak mungkin datang adanya latihan. Menurut Lado (dalam Ahmadi 1997:143), menulis adalah meletakkan atau mengatur simbol-simbol grafis yang menyatakan pemahaman suatu bahasa sedemikian rupa sehingga orang lain dapat membaca simbol-simbol grafis itu, sebagai penyajian satuan-satuan ekspresi bahasa.
Menurut Akhadiah (1997:3) menulis adalah suatu kegiatan penyampaian pesan dengan menggunakan bahasa sebagai mediumnya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam tulisan. Tulisan merupakan sebuah sistem komunikasi antar manusia yang menggunakan simbol atau lambang bahasa yang sudah disepakati pemakaiannya. Komunikasi tertulis terdapat empat unsur yang terlibat di dalamnya, yaitu (1) penulis sebagai suatu pesan, (2) pesan atau isi tulisan, (3) saluran atau medium tulisan, (4) pembaca sebagai penerima pesan.
Menurut Tarigan (1986:21), menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang mengambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Kalau diperhatikan definisi ini mengandung pengertian bahwa lambang-lambang grafik yang dimaksud adalah lambang-lambang yang sudah menjadi kesepakatan atau konvensi bersama.  Lambang biologi, lambang fisika, lambang kedokteran, lambang matematika, lambang musik, lambang unsur kimia, lambang bilangan dan lambang alfabet merupakan contoh lambang yang sudah di sepakati bersama. Semua lambang itu digunakan untuk menyatakan maksud dan pengertian tertentu. Misalnya lambang biologi digunakan untuk ilmu-ilmu yang berhubungan dengan biologi, lambang matematika digunakan untuk ilmu yang berhubungan dengan matematika, dan lambang musik digunakan untuk menulis nada musik.

Lambang-lambang ditulis di media yang menggunakan alat-alat tulis untuk menggambarnya. Alat tulis tersebut berupa pensil, pena, spidol, krayon, dan kapur tulis. Penggunaan alat tulis tersebut tergantung dengan media apa yang dipakai. Misalnya media kertas menggunakan pensil atau pena, papan tulis hitam (blackboard) menggunakan kapur tulis, dan papan tulis putih (whiteboard)  menggunakan spidol berwarna. Bahkan, sekarang orang menulis lambang-lambang grafis dengan menggunakan alat tulis yang modern misalnya komputer, laptop, dan handphon.

Menulis lambang grafis diperlukan keterampilan khusus. Ketrampilan ini dikuasai dengan cara belajar dan berlatih. Kebanyakan orang ingin segera belajar menulis dengan menggunakan lambang-lambang ini. Menguasai keterampilan menulis mempunyai kesempatan untuk menguasai suatu ilmu. Ada anggapan bahwa orang yang sudah menguasai salah satu keterampilan menulis lambang grafis termasuk orang yang berpendidikan, berilmu, dan terpelajar.

Menguasai keterampilan menulis lambang-lambang ini tidaklah mudah, harus mengalami proses dan memerlukan waktu yang panjang. Proses dimulai dari mengenal bentuk huruf-huruf, menulis huruf, merangkai kata, merangkai kalimat, sampai merangkai paragraf.

Sebaiknya untuk melatih keterampilan ini dimulai sejak usia dini. Usia dini sangat baik untuk belajar menulis lambang grafis. Sebab dengan belajar menulis lambang-lambang grafis sejak usia dini, anak akan  terlatih  untuk  mempelajari pengetahuan lebih awal. 

Menurut Wiyanto (2004:2), kata menulis mempunyai arti kegiatan mengungkapkan gagasan secara tertulis. Gagasan merupakan hasil pemikiran mengenai sesuatu sebagai pokok atau tumpuan untuk pemikiran selanjutnya (Moeliono, 1998:285).  Setiap penulis mempunyai pikiran yang ingin disampaikan atau dikomunikasikan kepada orang lain. Dalam hal ini, menterjemahkan ide-ide kedalam bentuk huruf-huruf. Huruf dan tanda baca menjadi wakil bunyi bahasa yang berisikan gagasan ditulis di sebuah media untuk disampaikan kepada orang lain. Jadi, pada hakikatnya menulis merupakan proses kegiatan memanfaatkan lambang-lambang grafis untuk menyampaikan ide, gagasan, dan pesan dengan menggunakan alat tulis.
Dari berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah suatu kegiatan untuk menyampaikan suatu pesan kepada orang lain dengan medium bahasa yang telah disepakati bersama dan tidak secara tatap muka. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif, maka keterampilan ini harus selalu dilatihkan dan disertai dengan praktek yang teratur.
Tujuan Menulis
Hartig (dalam Tarigan 1986:24-25) mengungkapkan bahwa tujuan menulis adalah
(1)     assignment purpose (tujuan penugasan) yaitu penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan karena kemauan sendiri;
(2)     altruistic purpose (tujuan altruistic) yaitu penulis bertujuan untuk menyenangkan pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu; 1ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu; (3) persuasive purpose (tujuan persuasif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca dan kebenaran gagasan yang diutarakan; (4) informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan) yaitu tulisan yang bertujuan untuk memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca; (5) self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) yaitu tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sebagai sang pengarang kepada para pembaca; (6)creative purpose (tujuan kreatif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencapai nilai-


(3)     persuasive purpose (tujuan persuasif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk menyakinkan para pembaca dan kebenaran gagasan yang diutarakan;
(4)     informational purpose (tujuan informasional, tujuan penerangan) yaitu tulisan yang bertujuan untuk memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca;
(5) self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) yaitu tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sebagai sang pengarang kepada para pembaca;
(6)     creative purpose (tujuan kreatif) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencapai nilai- nilaiartistic dan nilai-nilai kesenian;
(7) problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah) yaitu tulisan yang bertujuan untuk mencerminkan atau menjelajahi pikiran-pikiran agar dapat dimengerti oleh pengarang.
Menurut Sujanto (1988: 68) tujuan menulis adalah memproyeksikan sesuatu mengenai diri seseorang. Tulisan mengandung nada yang serasi dengan maksud dan tujuannya. Menulis tidak mengharuskan memilih suatu pokok pembicaraan yang cocok dan serasi, tetapi harus menentukan siapa yang akan membaca tulisan tersebut.
Semi (1990:19) berpendapat bahwa tujuan menulis adalah:
(1) memberikan arahan, yakni memberikan petunjuk kepada orang lain dalam mengerjakan sesuatu;
(2) menjelaskan sesuatu, yakni memberikan uraian atau penjelasan tentang sesuatu hal yang diketahui oleh orang lain;
(3) menceritakan kejadian, yaitu memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu;
(4) meringkaskan, yaitu membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi singkat;
(5) meyakinkan, yaitu tulisan yang berusaha meyakinkan orang lain agar setuju atau sependapat dengannya.
Dari ketiga pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan menulis adalah untuk mengekspresikan perasaan, memberi informasi, mempengaruhi pembaca, meyakinkan, dan memberi hiburan. Tujuan menulis juga dapat memberikan arahan, menjelaskan sesuatu, menceritakan kejadian, memberikan informasi tentang sesuatu yang berlangsung di suatu tempat pada suatu waktu, meringkas atau membuat rangkuman suatu tulisan sehingga menjadi lebih singkat.
Orang boleh saja menulis tanpa tujuan, tetapi lazimnya orang menulis guna mencapai tujuan tertentu, seperti:
  1. Memberi (Menjual) Informasi
    Sebagian besar tulisan dihasilkan dengan tujuan memberi (baca: menjual) informasi, teristimewa bila hasil karya tulis tersebut diperjualbelikan. Pada sisi positif lain, tulisan juga bersifat memperkenalkan atau mempromosikan sesuatu, termasuk suatu kejadian (berita) atau tempat (pariwisata).
  2. Mencerahkan Jiwa
    Bacaan sudah menjadi salah satu kebutuhan manusia modern, sehingga karya tulis selain sebagai komoditi juga layak dipandang sebagai salah satu sarana pencerahan pikiran dan jiwa.
  3. Mengabadikan Sejarah
    Sejarah harus dituliskan agar abadi sampai ke generasi selanjutnya.
  4. Ekspresi Diri
    Tulisan juga merupakan sarana mengekspresikan diri, baik bagi perorangan maupun kelompok.
  5. Mengedepankan Idealisme
    Idealisme umumnya dituangkan dalam bentuk tertulis supaya memiliki daya sebar lebih cepat dan merata.
  6. Mengemukakan Opini dan Teori
    Buah pikiran pun hampir selalu diabadikan dalam bentuk tulisan.
  7. "Menghibur"
    Baik temanya humor maupun bukan, tulisan umumnya juga bersifat "menghibur".
Jenis-jenis Menulis
3. Jenis-Jenis Menulis
Keterampilan menulis dapat kita klasifikasikan berdasarkan dua sudut pandangyang berbeda. Sudut pandang tersebut adalah kegiatan atau aktivitas dalammelaksanakan keterampilan menulis dan hasil dari produk menulis itu.Klasifikasi keterampilan menulis berdasarkan sudut pandang keduamenghasilkan pembagian produk menulis atau empat kategori, yaitu; karangannarasi, eksposisi, deskripsi, dan argumentasi. Di berikut ini akan dijelaskan satupersatu.
a. Eksposisi
Eksposisi biasa juga disebut pemaparan, yakni salah satu bentuk karanganyang berusaha menerangkan, menguraikan atau menganalisis suatu pokokpikiran yang dapat memperluas pengetahuan dan pandangan seseorang.Penulis berusaha memaparkan kejadian atau masalah secara analisis danterperinci memberikan interpretasi terhadap fakta yang dikemukakan. Dalamtulisan eksposisi, teramat dipentingkan informasi yang akurat dan lengkap.Eksposisi merupakan tulisan yang sering digunakan untuk menyampaikanuraian ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis, desertasi, atau artikel pada suratkabar atau majalah. Jika hendak menulis bagaimana peraturan bermain sepakbola, cara kerja pesawat, bagaimana membuat tempe, misalnya, maka jenistulisan eksposisi sangat tepat untuk digunakan. Ekposisi berusaha menjelaskanatau menerangkan.Parera (1993 : 5) mengemukakan bahwa “Seorang pengarang eksposisi akanmengatakan, Saya akan menceritakan kepada kalian semua kejadian danperistiwa ini dan menjelaskan agar Anda dapat memahaminya.”Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa untuk menulis karangan eksposisimaka, penulis harus memiliki pengetahuan memadai tentang objek yang akandigarapnya. Untuk itu, maka seorang penulis harus memperluas pengetahuandengan berbagai cara seperti membaca referensi yang berkaitan denganmasalah yang dikaji melakukan penelitian, misalnya wawancara, merekampembicaraan orang, mengedarkan angket, melakukan pengamatan terhadapobjek dan sebagainya.Untuk menghasilkan tulisan ekposisi yang baik pikiran utama dan pikiranpenjelas harus diorganisir dalam bentuk kerangka karangan yang padaumumnya dibagi dalam tiga bagian yaitu, bagian pembuka (pendahuluan)bagian pengembangan (isi), dan bagian penutup yang merupakan penegasanide. Untuk karangan yang bersifat kompleks, harus diuraikan dalam bentuk sub-bagian yang lebih rinci. Dalam karangan seperti itu dapat disusun dalam bentukbab dan diperinci lagi menjadi sub-sub bab.Contoh eksposisi :Masa remaja adalah saat yang penuh kesenangan dan kegembiraan. Namun,masa itu juga merupakan saat mulai timbulnya jerawat. Suatu pertanda bahwaAnda telah memasuki masa dewasa, namun merupakan suatu hal yang Andaharapkan tidak begitu tampak. Cobalah Clearasil krem pengobatan jerawat.  Clearasil memiliki tiga daya ampuh yang khas untuk membantu mempercepatproses penyembuhan jerawat serta membantu menghindari timbulnya jerawatbaru. Jadikanlah dirimu salah satu dari berjuta-juta pemakai Clearasil di duniadan tampilkan wajah Anda dengan banggga !
b. Deskripsi
Deskrisi adalah pemaparan atau penggambaran dengan kata-kata suatubenda, tempat, suasana atau keadaan. Seorang penulis deskripsimengharapkan pembacanya, melalui tulisannya, dapat ‘melihat’ apa yangdilihatnya, dapat ‘mendengar’ apa yang didengarnya, ‘merasakan’ apa yangdirasakanya, serta sampai kepada ‘kesimpulan’ yang sama dengannnya. Darisini dapat disimpulkan bahwa deskripsi merupakan hasil dari obesrvasi melaluipanca indera, yang disampaikan dengan kata-kata (Marahimin. 1993.46)Contoh deskripsi:Pasar Blaura merupakan pasar perbelanjaan yang sempurna. Semua barangada di sana. Di bagian terdepan berderet toko sepatu dalam dan luar negeri. Dilantai satu terdapat toko pakaian yang lengkap berderet-deret. Di sampaingkanan pasar terdapat stan-stan kecil penjual perkakas dapur. Di samping kiriada pula jenis buah-buahan. Pada bagian belakang kita dapat menemukanberpuluh-puluh pedagang kecil yang berjualan makanan dan minuman. Belumlagi kalau kita melihat lantai di atasnya ( Adisampurno. 2003. 11)
c. Narasi (kisahan)
Narasi atau kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan menceritakanrangkaian peristiwa atau pengalaman manusia berdasarkan perkembangan dariwaktu ke waktu. Paragraf narasi itu dimaksudkan untuk memberi tahu pembacaatau pendengar tentang apa yang telah diketahui atau apa yang dialami olehpenulisnya. Narasi lebih menekankan pada dimensi waktu dan adanya konflik(Pusat Bahasa. 2003.46).Contoh Narasi:Sore itu kami pergi ke rumah Puspa. Sopir kusuruh memakirkan mobil.Kemudian, kami memasuki gang kecil. Beberapa waktu kemudian, kami sampaidi sebuah rumah yangh sederhana seperti rumah-rumah di sekitarnya. Rumah-rumah itu tanpak tidak semewah rumah-rumah gedung yang terletak di pinggir jalan. Pintu rumah yang sederhana itu terbuka pelan. Seorang gadis berlari danmemelukku. Gadis itu tiba-tiba pinsan dan terkulai lemas dalam pelukanku (Pusat Bahasa .2003. 47).
d. Argumentasi
Argumentasi merupakan corak tulisan yang bertujuan membuktikan pendapatpenulis meyakinkan atau mempengaruhi pembaca agar amenerimapendapanya. Argumentasi berusaha meyakinkan pembaca. Cara menyakinkanpembaca itu dapat dilakukan dengan jalan menyajikan data, bukti, atau hasil-hasil penalaran (Pusat Bahasa. 2001. 45).
Contoh Argumentasi :
Kedisiplinan lalu lintas masayarakat di Jakarta cenderung menurun. Hal initerbukti pada bertambahnaya jumlah pelanggarannya yang tercatat dikepolisian. Selain itu, jumlah korban yang meninggal akibat kecelakaan punjuga semakin meningkat. Oleh karena itu, kesadaran mesyarakat tentangkedisplinan berlalu lintas perlu ditingkatkan (Pusat Bahasa. 2003. 45).

e. Persuasi
Persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya-ajuk, ataupun berdayahimbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini danmenuruti himbauan implisit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis.Dengan kata lain, persuasi berurusan dengan masalah mempengaruhi oranglain lewat bahasa.
Contoh Persuasi:
Bahasa adalah alat komunikasi. Sebagai alat, bahas saangat luwes dalammenjalankan fungsinya, bahasabdapat dipakai oleh pemakaiannya untukkepentingan apa saja selama dalam batas-batas fungsinya sebagai alatkomunikasi. Anda tenttunya dapat mengatakan pikiran ini dengan kenyataankehidupan sehari-hari. Karena pemakaian bahasa yang luwes ini kita dapatmenemukan akibatnya dalam masyarakat: terjadi penipuan, kesuksesan,kedengkian, percekcokan, dan sejenisnya. Kita bisa mengaitkan masalah inimisalnya dengan kemampuan seorang ”penjual obat” Obat atau jamu yangdibawanya biasanya disangsikan orang ketinggian mutunya. Tetapi mengapadia bisa berhasil memperdayakan orang lain untuk membeli obat ataujamunya? Salah satu faktor yang tidak bisa diingkari adalah karena bahasayang dipakainya. Dia berhasil memanfaatkan bahasa sebagai alat untukmempengaruhi orang lain.
4. Teknik Menulis
Kejelasan merupakan asas yang pertama dan utama bagi hampir semuakarangan, khususnya ragam karangan faktawi. Setiap pembaca betapa punterpelajarnya menghargai karangan yang dapat dibaca dan dimengerti secarajelas. Karangan yang kabur, ruwet, dan gelap maksudnya akan membosankanpembaca dan melatih pikirannya. Berikut ini dijelaskan ciri-ciri karangan yangjelas.a. mudah; karangan yang jelas mudah dimengerti oleh pembaca. Setiaporang menyukai karangan yang dapat dipahami tanpa susah payah;b. sederhana; karangan yang jelas tidak berlebih-lebihan dengan kalimat-kalimat dan kata-kata. semakin sederhana, semakindapat karangan itu menggambarkan sesuatu buah pikiran secara terangdalam pikiran pembaca;c. langsung; karangan yang jelas tidak berbelit-belit ketika menyampaikanpokok soalnya;d. tepat; karangan yang jelas dapat melukiskan secara betul ide-ide yangterdapat dalam pikiran penulis.

Sepuluh Pedoman untuk menghasilkan suatu karangan yang jelas :
a. Usahakan kalimat-kalimat yang pendekPanjang rata-rata yang kalimat dalam suatu karangan merupakan sebuahtolak ukur yang penting bagi keterbacaan. Kalimat-kalimat harus selang-seling antara panjang dan pendek. Pemakaian kalimat yang panjang harusdiimbangin oleh kalimat-kalimat yang pendek sehingga meningkatkankejelasan karangan.
b. Pilihlah yang sederhana ketimbang yang rumit kata-kata yang sederhana,kalimat yang sederhana, bahasa yang sederhana lebih meningkatkanketerbacaan sesuatu karangan.
c. Pilih kata yang umum dikenalDalam mengarang pakailah kata-kata yang telah dikenal masyarakat umumsehingga ide yang diungkapkan dapat secara mudah dan jelas ditangkappembaca.
d. Hindari kata-kata yang tak perlu.Setiap kata harus mempunyai peranan dalam kalimat dan karangan. Kata-kata yang tak perlu hanya melelahkan pembaca dan melenyapkan perhatian.
e. Berilah tindakan dalam kata-kata kerjaKata kerja yang aktif mengandung tindakan, yang menunjukkan gerak akanmembuat suatu karangan hidup dan bertenanga untuk menyampaikaninformasi yang dimaksud. Kalimat “Bola itu menjebol gawang lawan” lebihbertenaga ketimbang “Gawang lawan kemasukan bola”
f. Menulislah seperti bercakap-cakapKata tertulis hanyalah pengganti kata yang diucapkan lisan. Denganmengungkapkan gagasan seperti halnya bercakap-cakap, karangan menjadilebih jelas.
g. Pakailah istilah-istilah yang pembaca dapat menggambarkan.Kata yang konkret lebih jelas bagi pembaca ketimbang kata yang abstrak.
h. Kaitkan dengan pengalaman pembacaKarangan yang jelas bilaman dapat dibaca dan dipahami pembacasesuaidengan latar belakang pengalamannya.
i. Manfaatkan sepenuhnya keanekaragamanKarangan harus ada variasi dalam kata, frasa, kalimat maupun ungkapanlainnya. Keaneragaman dalam karangan adalah sumber kesenangan dalampembacaan.
j. Mengaranglah untuk mengungkapkan, bukan untuk mengesankan



Tahap-tahap Menulis
Perencanaan Karangan
Menurut Sabarti dkk, secara teoritis proses penulisan meliputi tiga tahap utama,yaitu prapenulisan, penulisan dan revisi. Ini tidak berarti bahwa kegiatanmenulis dilakukan secara terpisah-pisah. Pada tahap prapenulisan kitamembuat persiapan-persiapan yang akan digunakan pada penulisaan dengankata lain merencanakan karangan. Berikut ini dibahas cara merencanakankarangan.

b. Pemilihan Topik
Kegiatan yang mula-mula dilakukan jika menulis suatu karangan menentukantopik. Hal ini untuk menentukan apa yang akan dibahas dalam tulisan. Adabeberapa yang harus dipertimbangkan dalam memilih topik yaitu;
1) topik itu ada menfaatnya dan layak dibahas. Ada manfaatnya mengandungpengertiam bahwah bahasan tentang topik itu akan memberikansumbangan kepada ilmu atau propesi yang ditekuni, atau berguna bagipengembangan ilmu pengetahuan. Layak dibahas berarti topik itu memangmemerlukan pembahasan dan sesuai dengan bidang yang ditekuni.
2) topik itu cukup menarik terutama bagi penulis;
3) topik itu dikenal baik oleh penulis;
4) bahan yang diperlukan dapat diperoleh dan cukup memadai;
5) topik itu tidak terlalu luas dan tidak terlalu sempit:
Setelah berhasil memilih topik sesuai dengan syarat-syarat pemilihan di atasmaka yang akan dilakukan selanjutnya membatasi topik tersebut. Prosespembatasan topik dapat dipermudah dengan membuat diagram pohon ataudiagram jam.Ide induk yang menjadi benih atau pangkal awal sesuatu karangan yang akanditulis hendaknya juga dikembangkan. Setelah ide induk dikembangbiakkansampai cukup tuntas, langkah berikutnya ialah memilih salah satu saja di antararincian ide-ide yang muncul itu untuk dijadikan topik karangan. Topik inilah yangkemudian perlu diolah lebih lanjut dengan membatasi topik dengan sebuahtema tertentu.    Jadi pada topik ini ditentukan salah satu segi, unsur, ataufactornya yang dijadikan pembicaraan.Langkah yang terakhir yang perlu dilakukan pengarang ialah menguraikan ataumengudar rumusan kalimat ide pokok menjadi sebuah garis besar karangan.Garis besar, rangka atau disebut juga outline adalah suatu rencana kerangkayang menunjukkan ide-ide yang berhubungan satu sama lain secara tertibuntuk kemudian dikembangkan menjadi sebuah karangan yang lengkap danutuh.
Di bawah ini secara ringkas proses ide induk menjadi garis besar karanganmenempuh enam langkah sebagai berikutLangkah Aktifitas Pengarang Hasil
1 Menemukan ide yang akandiungkapkan menjadi karanganIde pokok
2 Mengembangkan ide induk Rincian ide
3 Memilih salah satu ide menjadipokok soal yangTopik
4 Membatasi topik dengan sesuatusegi/unsur/faktor Tema
5 Merumuskan topik berikut temanyadalam sebuah pokok pernyataanKalimat ide
6 Menguraikan rumusan ide pokokmenjadi rangka Garis besar karangan
1). Tahap-tahap Menulis
Setelah mengetahui cara-cara memulai dan teknik memberikan nafas ke dalamtulisan. Sekarang kita melangkah ke proses penulisan. Pada tahap ini, kitahanya membangun suatu fondasi untuk topik yang berdasarkan padapengetahuan, gagasan, dan pengalaman. Adapun proses penulisan tersebutsebagai berikut.
a) Darf kasar disini dimulai menelusuri dan mengembangkan gagasan-gagasan. Pusatkan pada isi daripada tanda baca, tata bahasa, atau ejaan.Ingat untuk menunjukkan bukan memberitahukan saat menulis.
b) Berbagi; sebagi penulis kita sangat dekat tulisan kita sehingga sulit bagi kitauntuk menulai secara objektif. Untuk mengambil jarak dengan tulisan. Olehsebab itu perlu meminta orang lain untuk membaca dan memberikanumpan balik. Mintalah seorang teman membacanya dan mengatakanbagian manayang benar –benar kuat dan menunjukkan ketidakkonsistenan,kalimat yany tidak jelas, atau transisi yang lemah. Inilah beberapa petunjukuntuk berbagi.
c) Perbaikan (revisi); setelah mendapat umpan balik dari teman tentang manayang baik dan mana yang perlu digarap lagi, ulangi dan perbaikilah. Ingatbahwa penulis adalah tauan dari tulisan Anda jadi Andalah yang membuatumpan balik itu. Manfaatkanlah umpan balik yang dianggap membantu.Ingat tujuan menulis membuat sebaik mungkin.
d) Menyunting (editing); inilah saatnya untuk membiarkan “editor” otak kinimelangkah masuk. Pada tahap ini, perbaikilah semua kesalahan ejaan,tata bahasa, dan tanda baca. Pastikanlah semua transisi berjalan mulus,penggunaan kata kerja tepat, dan kalimat-kalimat lengkap.
e) Penulisan kembali ; tulis kembali tulisan Anda, masukkan isi yang baru danperubahan –perubahan penyuntingkan.
f) Evaluasi; periksalah kembali untuk memastikan bahwa Anda telahmenyelesaikan apa yang Anda rencanakan dan apa yang ingin Anda sampaikan. Walaupun ini merupakan proses yang terus berlangsung tahapini menandai akhir 

            Kegiatan menulis dibaratkan seperti seorang arsitektur akan membangunsebuah gedung, biasanya ia membuat rancangan terlebih dahulu dalam bentukgambar di atas kertas. Demikian pula seorang penulis, membuat kerangkatulisan atau outline merupakan kebiasaan yang perlu dipupuk terus untukmenghasilkan sebuah karya tulis yang baik. Penulis dalam hal ini dibaratkansebagai seorang arsitek bahasa, yang selain mengetahui bagaimanamembangun sebuah tulisan secara utuh, ia tidak boleh mengabaikan dasar-dasar penulisan. Dasar-dasar penulisan ini menjadi fondasi utama dalampenulisan adalah pemahaman kita tentang paragraf. Dengan memahami maknadan ciri-ciri paragraf yang baik, kita akan lebih mampu menuangkan gagasandan pikiran kita secara lebih runtut, sistematis, dan teratur. Pada dasarnyasebuah tulisan mencerminkan cara berpikir seseorang dan bagaimana iamemandang suatu persoalan.

6. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Menulis
Banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan menulis. Namun, padaprinsipnya dapat dikategorikan dalam dua faktor yakni faktor eksternal danfaktor internal. Faktor eksternal di antaranya belum tersedia fasilitaspendukung, berupa keterbatasan sarana untuk menulis. Faktor internalmencakup faktor psikologis dan faktor teknis.Yang tergolong faktor psikologis di antaranya Faktor kebiasaan ataupengalaman yang dimiliki. Semakin terbiasa menulis maka kemampuan dankualitas tulisan akan semakin baik. Faktor lain yang tergolong faktor psikologisadalah faktor kebutuhan. Faktor kebutuhan kadang akan memaksa seseoranguntuk menulis. Seseorang akan mencoba dan terus mencoba untuk menuliskarena didorong oleh kebutuhannya.Faktor teknis meliputi penguasaan akan konsep dan penerapan teknik-teknikmenulis. Konsep yang berkaitan dengan teori- teori menulis yang terbatas yangdimiliki seseorang turut berpengaruh. Faktor kedua dari faktor teknis yaknipenerapan konsep.
Kemampuan penerapan konsep dipengaruhi banyaksedikitnya bahan yang akan ditulis dan pengethuan cara menuliskan bahanyang diperolehnya.Keterampilan menulis banyak kaitannya dengan kemampuan membaca makaseseorang yang ingin memiliki kemampuan menulisnya lebih baik, dituntutuntuk memiliki kemampuan membacanya lebih baik pula.




DAFTAR  PUSTAKA


0 komentar on "keterampilan Berbahasa Indonesia"

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini

By :
Free Blog Templates