Jumat, 13 Januari 2012

PERKEMBANGAN ANAK USIA SD


BAB II
PEMBAHASAN
“PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN PERSEPTUAL ANAK SD”

            Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, perkembangan merupakan suatu proses yang holistik dari proses-proses biologis, kognitif, dan psikososial. Hal ini berarti bahwa perkembangan berlangsung secara terintegrasi dalam segala aspek yang ada dalam diri individu (manusia).
            Berkenaan dengan upaya pendidikan, unsur biologis dan perseptual merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang cukup esensial untuk diperhatikan. Alasan ini bukan semata-mata karena pertumbuhan biologis merupakan proses perkembangan individu yang tampak, melainkan karena aspek ini sangat terkait erat dengan perkembangan aspek perilaku dan segi mental lainnya.
            Perkembangan biologis yaitu perkembangan individu berupa perubahan fisik dalam tubuh individu. Perkembangan tersebut meliputi tinggi dan berat badan . Perkembangan biologis merupakan perkembangan pada anak yang erat kaitannya dengan faktor hereditas yaitu faktor dari dalam yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Sifat dominan inilah yang nantinya akan muncul dan terlihat dalam diri keturunanya. Perkembangan biologis mengikutsertakan aspek dalam diri anak itu sendiri seperti homon dan materi-materi lain yang mendorong adanya perkembangan pada anak, terutama pada fisiknya. Sehingga perkembangan biologis sangat erat kaitannya dengan terjadinya proses evolusi manusia.
            Definisi Perseptual itu sendiri adalah kemampuan memahami dan menginterpretasikan informasi sensori, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indera. Sedangkan perkembangan perseptual yaitu proses pengenalan individu terhadap lingkungannya, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indra. Semua informasi tentang lingkungannya itu yang kemudian diteruskan melalui syaraf sensorik ke bagian otak. Perkembangan perseptual dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu faktor dari luar dimana anak berkembang, seperti lingkungan social masyarakatnya dan segala komunikasinya.


1. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan anak
        Individu manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk-makhluk lainnya. Setiap perkembangan pasti ada faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor yang mempengaruhi perkembangan yaitu faktor hereditas dan lingkungan.
Dua faktor dominan  yang paling berpengaruh terhadap perkembangan individu. yaitu :
(1)   faktor hereditas yang bersifat alamiah (nature) dan merupakan sesuatu yang diwariskan (endowment) dari orang tua.
      Manusia adalah makhluk yang paling sempurna jika dibanding makhluk-makhluk lainnya. Manusia memiliki potensi yang sangat besar. Dengan potensi yang dimilikinya, manusia dapat berkembang dan mengalami banyak perubahan dalam hidupnya baik secara fisik maupun psikis. Dua faktor utama yang mempengaruhi intelektual individu di antaranya : Faktor Hereditas, setiap individu yang lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu yang berbeda-beda. Hereditas pada individu merupakan bawaan sejak lahir “specific genen”. Bawaan atau warisan atau hereditas tersebut berasal dari kedua orang tuanya (Genes) dan tidak dapat direkayasa. . Faktor ini juga menjelaskan apa yang diturunkan oleh orang tua itu merupakan sifatnya bukan perilaku yang diperoleh sebagai hasil dari belajar, karena factor hereditas itu merupakan sesuatu yang diwariskan oleh orang tua. Bawaan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir membawa berbagai ragam warisan yang berasl dari kedua ibu-bapak atau kakek-nenek. Warisan atau turunan tersebut yang terpenting, antara lain: bentuk tubuh, warna kulit, intelegensi, bakat, sifat-sifat, penyakit, raut muka, sifat,warna kulit, atau bentuk tubuhnya.
(2) Faktor lingkungan (environment atau nurture) sebagai kondisi atau pengalaman-pengalaman interaksional yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan.
      Faktor lingkungan yakni kondisi yang memungkinkan untuk berlangsungnya suatu proses perkembangan. Yang merupakan factor lingkungan yaitu mencakup keluarga,sekolah, masyarakat sekitar.
      Keluarga merupakan tempat diasuh dan dibesarkannya anak, dan tempat dimana anak mendapatkan pelajaran hidup atau berbagai pengetahuan untuk pertama kalinya.Keluarga menjadi faktor yang penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Keluarga sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak karena di lingkungan keluargalah anak pertama kali mendapatkan pendidikan dasar diantaranya yaitu keluargalah yang membentuk kepribadian anak dari budi pekerti,sopan santun dan sebagainya serta pendidikan dari orang tua berpengaruh pada perkembangan rohaniah anak dan kemajuan pendidikan anak. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berkecukupan, pada umumnya anak itu sehat dan cepat pertumbuhan fisiknya dibandingkan dengan anak dari keluarga yang tidak mampu. Demikian pula anak yang orang tuanya berpendidikan akan menghasilkan anak yang berkependidikan pula.
      Sekolah, merupakan lembaga pendidikan formal dan merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak dan kecerdasannya. Karena di sekolah anak diajarkan pengetahuan yang lebih dari apa yang didapat di keluarga. Dengansekolah anak jua mendapat kesempatan lebih untuk mengembangkan kepribadian yang ada dalam dirinya, baik fisik,mora, ataupun emosi. Anak yang tidak bersekolah akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena di sekolah mereka mendapatkan bermacam-macam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya turut menentukan pola pikir serta kepribadian anak.
      Masyarakat, lingkungan tempat tinggal anak, didalamnya termasuk teman sebaya atau teman di luar sekolahnya.Keadaan di masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan jiwa seorang anak. Mereka juga termasuk teman-teman anak di luar sekolah. Seperi contoh, antara masyarakat desa dan kota, anak-anak di kota lebih aktif dibandingkan anak-anak di desa. Kondisi orang-orang di lingkungan desa tempat tinggal anak juga turut mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Anak-anak yang dibesarkan di kota berbeda dengan anak yang tinggal di desa. Anak kota pada umumnya lebih bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan dengan anak desa yang cenderung bersikap statis dan lamban. Semua perbedaan sikap dan pola pikir di atas adalah akibat pengaruh dari lungkungan masyarakat yang berbeda antara kota dan desa.
      Jadi diantara faktor hereditas dan lingkungan sama-sama pentingnya dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

2.  Perkembangan Fisik Anak Sekolah Dasar
        Anak sekolah dasar di Indonesia pada umumnya berada pada rentang usia 6-12 tahun. Dalam psikologi perkembangan, rentang usia tersebut lazimnya disebut sebagai masa anak, yakni suatu fase antara masa kanak-kanak dan masa remaja.
        Secara fisik, anak pada usia SD memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudahnya. pertumbuhan fisik anak dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan kepribadian secara keseluruhan. Sehingga sebagai calon pendidik karakteristik perkembangan fisik perlu dipahami karena akan memiliki implikasi tertentu bagi penyelenggaraan pendidikan.
Tinggi dan Berat Badan
         Bila dibanding dengan pada masa usia dini dan masa remaja pertumbuhan fisik anak SD cenderung lebih lambat dan relatif konsisten. Laju perkembangan seperti ini berlangsung sampai terjadinya perubahan-perubahan besar pada awal pubetas.
         Karena adanya penambahan ukuran dalam kerangka tulang, sistem otot, dan ukuran organ tubuh lainnya, tinggi dan berat badan anak secara bertahap terus bertambah. Di Indonesia, belum ada standar baku tentang ukuran kenaikan berat dan tinggi badan anak usia SD, namun penambahan itu diperkirakan berkisar antara 2,5-3,5 kg dan 5-7 cm pertahun(F.A. Hadis. 1996)
         Kaki anak lazimnya menjadi lebih panjang dan tubuhnya menjadi lebih kurus. Massa dan kekuatan otot anak secara bertahap terus meningkat disaat semakin menurunyya kadar lemak bayi. Selama usia SD, kekuatan fisik anak lazimnya meningkat dua kali lipat. Gerakan-gerakan lepas pada massa sebelumnya sangat membantu pertumbuhan otot ini. Dengan demikian, disamping faktor kematangan unsur latihan juga sangat membantu proses peningkatan dalam kekuatan otot.
♦ Proporsi dan Betuk Tubuh
        Anak SD kelas awal umunya masih mempunya proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit berkurang sampai terlihat perbedannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir SD lazimnya proporsi anak sudah mendekati keseimbangan.
        Kekurang seimbangan tubuh anak dapat diamati pada bagian kepala, badan, dan kai. Kepala masih terlalu besar bila dibanding dengan bagian tubuh lainnya. Akan tetapi beberapa perbandingan pada bagian wajah yang kurang seimbang mulai menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, semakin melebar dan meratanya dahi, semakin mengecilnya bibir, serta menjadi lebih besar dan berbentuknya hidung.
        Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, lehe menjadi lebih panjang, dada sedikit melebar, perut tidak buncit dan lebih langsing serta lengan dan tungkai memanjang dan tungkai memanjang namun kelihatannya kurus dan belum berbentuk karena otot belum berkembang. Tangan dan kaki juga secara bertahap tumbuh semakin besar, walaupun hal itu terjadi dalam tempo yang agak lambat. Akhirnya sedikit demi sedikit anggota badan anak menjadi semakin kekar dan beris, terutama pada saat menjelang pubertas.
        Jaringan lemak anak SD berkembang lebih cepat daripada jaringan ototnya. Jaringan otot baru akan berkembang agak cepat pada awal pubertas. Besarnya jaringan otot-lemak anak SD akan mengikuti tipe bentuk tubuhnya.
        Tipologi Sheldon (hurlock, 1980) menyatakan ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD .Yang pertama endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar.Yang kedua mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat, dan lebih kekar.Yang terakhir ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemah, dan seperti tak berotot.
        Anak yang bertipe endomorph lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot, sedangkan mesomorph lemaknya jauh lebih sedikit daripada jaringan otot.Pada anak yang bertpe ectomorph tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga tampak kurus.
        Kondisi proporsi dan bentuk tubuh anak dapat memberikan dampak psikologis tertentu kepada anak. Kondisi proporsi kurang seimbang danatau bentuk tubuh yang berkelainan dapat menumbuhkan sikap-sikap negatif, yakni berupa kekurangpuasan atau bahkan penolakan terhadap dirinya sendiri(self rejection). Hal demikian tentunya akan dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak khususnya dalam pembentukkan kesan tentang tubuh (body image) dan konsep dirinya(self concept).
♦ Otak
         Pertumbuhan otak dan sistem syaraf merupakan salah satu aspek terpenting dalam perkembangan individu. Dalam otak terdapat pusat-pusat syaraf yang mengendalikan perilaku individu. Bukan hanya pusat-pusat syaraf yang berhubungan dengan perilaku kognisi, melainkan pusat kesadaran emosi pun, menurut Goleman (1995), juga terdapat dalam otak (bagian tengah), yaitu pada sitem limbik dengan pusatnya yang disebut dengan amigdala.
         Bila dibanding dengan pertumbuahn bagian-bagia tubuh lainnya, pertumbuhan otak dan kepala ini jauh lebih cepat. Santorc da Yussen menyatakan sebagian pertumbuhan otak itu terjadi pada masa usia dini. Pada usia tiga tahun saja pertumbuhan otak anak sudah dua pertiga dari ukuran otak orang dewasa. Dan menjelang umur lima tahun, disaat tubuh baru mencapai sepertiga dari ukuran tubuh orang dewasa, ukuran otak anak sudah mencapai kurang lebih 90% dari ukuran otak orang dewasa.
         Hal yang perlu dicatat adalah kematangan otak yang dikombinasi dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak. Dalam hal ini, bukan sekedar kebutuhan nutrisi yang perlu dipenuhi, melainkan juga diperlukan rangsangan-rangsangan yang membuat otak anak berfungsi.
         Menurut penelitian Sperry at al(Witdarmono, 1996), konstruksi jaringan otak itu hanya akan hidup bila diprogram melalui rangsangan. Tanpa dirangsang atau digunakan otak manusia tidak akan berkembang. Karena pertumbuhan otak memiliki keterbatasan waktu, maka rangsangan otak di usia dini menjadi sangat penting. Penundaan yang terjadi akan membuat otak tertutup sehingga tidak dapat menerima program-program baru.
♦ Keterampilan Motorik
        Selama masa anak, kemampuan gerak motorik menjadi jauh lebih halus dari pada masa sebelumnya. Pada saat usia 10 - 11 tahun, anak-anak lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga seperti: lari, lompat tali, dan bersepeda. Dalam ketrampilan motorik kasar yang melibatkan otot besar, anak laki-laki lazimnya mempunyai kemampuan yang lebih baik dari anak perempuan.Hal itu karena jumlah sel-sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada jumlah sel-sel otot anak perempuan.
        Bagi anak, penguasaan ketrampilan-ketrampilan fisik dapat merupakn sumber kesenangan dan prestasi. Anak menjadi senang karena dengan menguasai berbagai aktifitas yang diinginkanya. Begitu pula, unsur pengalaman dalam melakukan berbagai aktifitas tersebut membuat anak menjadi semakin mahir dan terampil.
        Anak usia SD juga sudah lebih mampu mengendalikan tubuhnya sehingga dapat duduk dan memperhatikan sesuatu secara lebih lama. Namun perlu diingat bahwa mereka masih jauh dari kematangan fisik dan mereka masih tetap perlu aktif. Anak SD akan lebih tersiksa kalau harus duduk dan memperhatikan guru dengan lama daripada berlari-lari,bersepeda. Artinya, anak-anak usia SD asih lebih senang melakukan berbagai aktifitas fisik daripada berdiam diri.
        Bagi anak, aktivitas fisik sangat esensial untuk memperhalus ketrampilan fisik mereka. Mereka perlu mendapat kesempatan yang cukup untuk melakuakan berbagai aktivitas sehingga dapat menggerakan semua bagian anggota tubuhnya. Karena itu, suatu prinsip praktek pendidikan yang penting bagi anak usia SD adalah bahwa mereka harus terlibat dalam kegiatan aktif daripada pasif.
        Meningkatkan proses melunasi selama  masa anak terefleksi dalam ketrampilan-ketrampilan motor halus. Anak dapat menggunakan tangan mereka secara lebih lihai. Anak usia 6 tahun dapat melakuakn pekerajaan seperti, memasang tali sepatu, mengancing baju. Menjelang usia 7 tahun, tangan anak menjadi lebih kuat. Pada usia ini, anak dapat menggambar secara lebih kecil dan rapih. Usia antara 8 - 10 tahun, tangan anak dapat digunakan secara bebas dengan lebih mudah dan tepat. Ukuran huruf yang ditulis anak menjadi lebih kecil dan lebih sempurna. Pada usia 10 - 12 tahun, anak mulai menunjukkan ketrampilan manipulatif yang hampir serupa dengan ketrampilan orang dewasa. Pada usia ini, anak dapat menguasai gerakan-gerakan kompleks, berbelit-belit, dan cepat yang diperlukan untuk menghasilkan kualitas karya yang baik atua untuk memainkan perangkat instrumen musik yang sulit. Dalam hal ketrampialn motorik ini, kemampuan anak perempuan biasannya lebih baik daripada kemampuan anak
Kematangan Seksual
        Kematangan seksual merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas, yang ditandai dengan perubahan pada cirri-ciri seks primer (Primary sex characteristics) dan cirri-ciri seks sekunder (Secondary sex caharacteristics). Meskipun perkembangan ini biasanya mengikuti suatu urutan tertentu, tetapi urutan dari kematangan seksual tidak sama pada setiap anak,dan terdapat perbedaan individual dalam umur dari perubahan-perubahan tersebut.Perubahan Ciri-Ciri Seks PrimerCiri-ciri seks primer menunjukkan pada organ tubuh yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi.Ciri-ciri seks primer ini berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Bagi anak laki-laki, cirri-ciri seks primer yang sangat penting ditunjukkan dengan pertumbuhan yang cepat dari batang kemaluan(penis) dan kantung kemaluan(scrotum), yang mulai terjadi pada usia sekitar 12 tahun dan berlangsung sekitar 5 tahun untuk penis dan 7 tahun untuk scrotum.Sedangkan pada anak perempuan, perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan munculnya periode menstruasi, yang disebut dengan menarche, yaitu menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang gadis. Oleh sebab itu, menstruasi pertama pada seorang gadis didahului oleh sejumlah perubahan lain, yaitu meliputi pembesaran payudara, kemunculan rambut disekitar daerah kelamin, pembesaran pinggul dan bahu. Selanjutnya, ketika percepatan pertumbuhan mencapai puncaknya, maka ovarium, uterus, vagina, labia, dan klitoris berkembang pesat.
        Perubahan Ciri-Ciri Seks Sekunder. Ciri-ciri seks sekunder adalah tanda-tanda jasmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, tetapi merupakan tanda-tanda yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.Diantara tanda-tanda jasmaniah yang terlihat pada laki-laki adalah tumbuh kumis dan janggut, jakun, bahu dan dada melebar, suara berat, tumbuh bulu di ketiak,di dada, di kaki, dan si lengan,dan di sekitar kemaluan, serta otot-otot menjadi kuat. Sedangkan pada perempuan terlihat payudara dan pinggul yang membesar suara menjadi halus,tumbuh bulu ketiak dan di sekitar kemaluan.

3.  Perkembangan Perseptual
      Aktivitas perseptual pada dasarnya merupakan proses perkenalan individu terhadap lingkungannya. Semua informasi tentang lingkungannya itu samapi kepada individu melalui alat-alat indra yang kemudian diteruskan melalui syaraf sensori ke bagian otak. Ada tiga proses aktivitas perseptual yang perlu dipahami, antara lain :
      Sensasi : Peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima. Sensasi berlangsung disaat terjadi antara informasi dengan indra penerima. Dengan demikian, sensasi terjadi proses deteksi informasi secara indrawi. Sebagai contoh, sensasi penglihatan terjadi di saat ada 3 buah berwarna merah dan orange.
      Persepsi : persepsi merupakan kelanjutan dari proses sensasi dimana dalam proses ini terjadi interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Interprestasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Dalam prosesnya, sensasi dan persepsi sulit untuk dipisahkan karena kedua prose tersebut merupakan sesuatu yang berlangsung secara bersamaan. Sebagai contoh, anak menjadi menjadi tahu bahwa yang dilihat adalah apel dan jeruk. Dilihat dari keragaman indra penerima informasi,persepsi dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
J Persepsi Visual
        Persepsi visual adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan. Persepsi ini sangat mengutamakanperan indra penglihatan(mata) dalam proses perseptualnya. Dengan demikian proses perkembangannya pada fungsi indra mata.Akomodasi adalah proses penyesuaian bentuk lensa mata terhadap objek yang dilihat sesuai dengan jarak dengan jarak penglihatannya.Persepsi visual dibedakan menjadi 6, yaitu:
-          Persepsi Konstanitas Ukuran yaitu kemampuan individu mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan meskipun jaraknya bervariasi. Secara lebih kompleks persepsi ini juga merupakan kemampuan untuk menimbang secara ukuran objek yang berada dengan jarak pandang yang bervariasi pula.
-          Persepsi tentang objek memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada pada suatu latar yang membingungkan. Persepsi ini meningkat pada usia 4-8 tahun.
-          Persepsi keseluruhan dan bagian merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek dari keseluruhannya. Persepsi ini meningkat cepat pada anak usia 9 tahun.
-          Persepsi kedalaman merupakan kemampuan individu untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek. Perkembangan dari bayi berumur 6 bulan dan mencapai kematangan pada 10 tahun
-          Persepsi tilikan ruang merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi, mengenal dan mengukur dimensi ruang.
-          Persepsi gerakan melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan objek oleh mata.
J Persepsi Pendengaran
Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga.Persepsi LainnyaSelain persepsi yang telas dijelaskan, ada persepsi lainnya yang menggunakan indra seperti sentuhan, penciuman, rasa, serta keseimbangan tubuh.

         Atensi : Mengacu kepada selektifitas (pemilihan) persepsi. Dalam atensi kesadaran seseorang bisa hanya tertuju kepada suatu objek dan informasi dengan mengabaikan objek-objek lainnya. Sebagai contoh, setelah mengetahui jeruk dan apel selanjutnya anak memilih jeruk.proses pemilihan yang akhirnya anak tersebut lebih memilih jeruk tersebut yang dinamakan proses atensi.

4.  Implikasi bagi Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah Dasar
        Perkembangan fisik anak terus berlangsung pada masa usia SD. Begitu pula perkembangan perseptual anak terus mengalami penajaman dan penghalusan.
        Perkembangan biologis dan perseptual anak memiliki keterjalinan dengan aspek-aspek perkembangan lainnya. artinya, permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam perkembangan fisik dan perseptual anak bisa berdampak negatif terhadap aspek-aspek perkembangan lainya. Oleh karena itu, pendidik harus benar-benar memberikan perhatian yang cukup terhadap aspek perkembangan fisik dan perseptual anak.
        Dua pemikiran diatas menyarankan agar pendidik benar-benar memberikan perhatian yang cukup terhadap aspek perkembangan fisik dan perseptual anak.
        Pemahaman kita tentang karakteristik perkembangan fisik anak seta faktor yang mempengaruhinya membawa implikasi praktis bagi penyelenggaraan pendidikan di SD. Implikasi tersebut kususnya berkenaan dengan penyelenggaraan pembelajaran secara umum, pemeliharaan kesehatan dan nutrisi anak, penjaskes serta penciptaan lingkungan dan pembiasaan perilaku sehat. Implikasi-implikasi tersebut dijelaskan dalam pembahasan berikut ini.
Implikasi bagi Penyelenggaraan Pembelajaran.
        Berkaitan dengan perkembangan fisik dan perseptual usia SD yang telah dijelaskan di atas, maka menuntut perlunya penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai karakteristik dan kebutuhan fisik.Dalam hal ini diperlukan pembelajaran yang hidup, artinya memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk memfungsikan unsur fisik dan aspek perseptual.
Konkritnya, cara pembelajaran yang perlu diterapkan sebagai berikut:
        Yang pertama, programnya disusun secara fleksibel dan tidak kaku serta memperhatikan perbedaan individual anak
        Yang kedua, tidak dilakukan secara monoton dan verbalistik, tapi disajikan secara variatif melalui eksperimen, praktek, permainan,dll.
        Yang ketiga, melibatkan penggunaan berbagai media sehingga memungkinkan melibatkan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
☻ Implikasi bagi Penyelenggaraan Pendidikan Olah raga
              Pendidikan olahraga yang rutin dan teratur sangat diperlukan bagi anak SD. Olahraga penting untuk merangsang perkembangan fisik dan perseptual ank. Nah, agar aktifitas olahraga ini memberikan rangsangan yang tepat, maka jenis- jenis kegiatan olahraga yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kebutuhan fisik anak.
              Dalam hal ini, yang pentig adalah anak dapat berolahraga dengan senang dan aktif melalui permainan yang dirancang sesuai dengan tahap perkembangan dan dunianya., karena dunia anak adalah dunia gerak dan bermain.
☻Implikasi bagi Pemeliharaan Kesehatan dan Nutrisi Anak
               Dalam hal ini, diperlukan penanaman kebiasaan berperilaku sehat terhadap anak SD yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari kebersihan pakaian, tubuh, keberihan makanan, pemeliharaan kebersihan lingkungan sekitar, serta mendisiplin diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.
               Hal lain yang perlu diperhatikan dalam program pendidikan kesehatan bagi anak SD adalah unsur keteladanan dari pihak pendidik. Unsur keteladanan dari ini akan merupakan suatu upaya pengkondisian ankak ke arah berpeilaku sehat. Kiranya akan sulit bagi kita sebagai pendidik untuk menganjurkan anak berperilaku hidup sehat, sementara kitanya sendiri tidak menampilkan cara berperilaku yang dimaksud.
               Hal lain yang tidak kalah penting adalah makanan yang mengandung gizi secara seimbang. Dalam hal ini adalah empat sehat lima sempurna, sebisa mungkin anak terpenuhi dalam hal gizi yang seimbang. Karena jika gizi seimbang maka perkembangan fisik juga akan seimbang, dan jika perkembangan fisik seimbang maka aspek perkembangan lainnya juga akan seimbang.

0 Comments:

Post a Comment



5 orang aneh

5 orang aneh
Loading...

Jumat, 13 Januari 2012

PERKEMBANGAN ANAK USIA SD

Diposkan oleh NinaDN di 05.04

BAB II
PEMBAHASAN
“PERKEMBANGAN BIOLOGIS DAN PERSEPTUAL ANAK SD”

            Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya, perkembangan merupakan suatu proses yang holistik dari proses-proses biologis, kognitif, dan psikososial. Hal ini berarti bahwa perkembangan berlangsung secara terintegrasi dalam segala aspek yang ada dalam diri individu (manusia).
            Berkenaan dengan upaya pendidikan, unsur biologis dan perseptual merupakan salah satu aspek perkembangan anak yang cukup esensial untuk diperhatikan. Alasan ini bukan semata-mata karena pertumbuhan biologis merupakan proses perkembangan individu yang tampak, melainkan karena aspek ini sangat terkait erat dengan perkembangan aspek perilaku dan segi mental lainnya.
            Perkembangan biologis yaitu perkembangan individu berupa perubahan fisik dalam tubuh individu. Perkembangan tersebut meliputi tinggi dan berat badan . Perkembangan biologis merupakan perkembangan pada anak yang erat kaitannya dengan faktor hereditas yaitu faktor dari dalam yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya. Sifat dominan inilah yang nantinya akan muncul dan terlihat dalam diri keturunanya. Perkembangan biologis mengikutsertakan aspek dalam diri anak itu sendiri seperti homon dan materi-materi lain yang mendorong adanya perkembangan pada anak, terutama pada fisiknya. Sehingga perkembangan biologis sangat erat kaitannya dengan terjadinya proses evolusi manusia.
            Definisi Perseptual itu sendiri adalah kemampuan memahami dan menginterpretasikan informasi sensori, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indera. Sedangkan perkembangan perseptual yaitu proses pengenalan individu terhadap lingkungannya, atau kemampuan intelek untuk mencarikan makna dari data yang diterima oleh berbagai indra. Semua informasi tentang lingkungannya itu yang kemudian diteruskan melalui syaraf sensorik ke bagian otak. Perkembangan perseptual dipengaruhi oleh faktor lingkungan yaitu faktor dari luar dimana anak berkembang, seperti lingkungan social masyarakatnya dan segala komunikasinya.


1. Faktor Hereditas dan Lingkungan dalam Perkembangan anak
        Individu manusia adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna bila dibanding dengan makhluk-makhluk lainnya. Setiap perkembangan pasti ada faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor yang mempengaruhi perkembangan yaitu faktor hereditas dan lingkungan.
Dua faktor dominan  yang paling berpengaruh terhadap perkembangan individu. yaitu :
(1)   faktor hereditas yang bersifat alamiah (nature) dan merupakan sesuatu yang diwariskan (endowment) dari orang tua.
      Manusia adalah makhluk yang paling sempurna jika dibanding makhluk-makhluk lainnya. Manusia memiliki potensi yang sangat besar. Dengan potensi yang dimilikinya, manusia dapat berkembang dan mengalami banyak perubahan dalam hidupnya baik secara fisik maupun psikis. Dua faktor utama yang mempengaruhi intelektual individu di antaranya : Faktor Hereditas, setiap individu yang lahir ke dunia dengan suatu hereditas tertentu yang berbeda-beda. Hereditas pada individu merupakan bawaan sejak lahir “specific genen”. Bawaan atau warisan atau hereditas tersebut berasal dari kedua orang tuanya (Genes) dan tidak dapat direkayasa. . Faktor ini juga menjelaskan apa yang diturunkan oleh orang tua itu merupakan sifatnya bukan perilaku yang diperoleh sebagai hasil dari belajar, karena factor hereditas itu merupakan sesuatu yang diwariskan oleh orang tua. Bawaan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Ia lahir membawa berbagai ragam warisan yang berasl dari kedua ibu-bapak atau kakek-nenek. Warisan atau turunan tersebut yang terpenting, antara lain: bentuk tubuh, warna kulit, intelegensi, bakat, sifat-sifat, penyakit, raut muka, sifat,warna kulit, atau bentuk tubuhnya.
(2) Faktor lingkungan (environment atau nurture) sebagai kondisi atau pengalaman-pengalaman interaksional yang memungkinkan berlangsungnya proses perkembangan.
      Faktor lingkungan yakni kondisi yang memungkinkan untuk berlangsungnya suatu proses perkembangan. Yang merupakan factor lingkungan yaitu mencakup keluarga,sekolah, masyarakat sekitar.
      Keluarga merupakan tempat diasuh dan dibesarkannya anak, dan tempat dimana anak mendapatkan pelajaran hidup atau berbagai pengetahuan untuk pertama kalinya.Keluarga menjadi faktor yang penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Keluarga sangat berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak karena di lingkungan keluargalah anak pertama kali mendapatkan pendidikan dasar diantaranya yaitu keluargalah yang membentuk kepribadian anak dari budi pekerti,sopan santun dan sebagainya serta pendidikan dari orang tua berpengaruh pada perkembangan rohaniah anak dan kemajuan pendidikan anak. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang berkecukupan, pada umumnya anak itu sehat dan cepat pertumbuhan fisiknya dibandingkan dengan anak dari keluarga yang tidak mampu. Demikian pula anak yang orang tuanya berpendidikan akan menghasilkan anak yang berkependidikan pula.
      Sekolah, merupakan lembaga pendidikan formal dan merupakan faktor penentu bagi perkembangan kepribadian anak dan kecerdasannya. Karena di sekolah anak diajarkan pengetahuan yang lebih dari apa yang didapat di keluarga. Dengansekolah anak jua mendapat kesempatan lebih untuk mengembangkan kepribadian yang ada dalam dirinya, baik fisik,mora, ataupun emosi. Anak yang tidak bersekolah akan tertinggal dalam berbagai hal. Sekolah sangat berperan dalam meningkatkan pola pikir anak, karena di sekolah mereka mendapatkan bermacam-macam ilmu pengetahuan. Tinggi rendahnya pendidikan dan jenis sekolahnya turut menentukan pola pikir serta kepribadian anak.
      Masyarakat, lingkungan tempat tinggal anak, didalamnya termasuk teman sebaya atau teman di luar sekolahnya.Keadaan di masyarakat sangat mempengaruhi perkembangan jiwa seorang anak. Mereka juga termasuk teman-teman anak di luar sekolah. Seperi contoh, antara masyarakat desa dan kota, anak-anak di kota lebih aktif dibandingkan anak-anak di desa. Kondisi orang-orang di lingkungan desa tempat tinggal anak juga turut mempengaruhi perkembangan jiwa anak. Anak-anak yang dibesarkan di kota berbeda dengan anak yang tinggal di desa. Anak kota pada umumnya lebih bersikap dinamis dan aktif bila dibandingkan dengan anak desa yang cenderung bersikap statis dan lamban. Semua perbedaan sikap dan pola pikir di atas adalah akibat pengaruh dari lungkungan masyarakat yang berbeda antara kota dan desa.
      Jadi diantara faktor hereditas dan lingkungan sama-sama pentingnya dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.

2.  Perkembangan Fisik Anak Sekolah Dasar
        Anak sekolah dasar di Indonesia pada umumnya berada pada rentang usia 6-12 tahun. Dalam psikologi perkembangan, rentang usia tersebut lazimnya disebut sebagai masa anak, yakni suatu fase antara masa kanak-kanak dan masa remaja.
        Secara fisik, anak pada usia SD memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudahnya. pertumbuhan fisik anak dapat memberikan pengaruh terhadap perkembangan kepribadian secara keseluruhan. Sehingga sebagai calon pendidik karakteristik perkembangan fisik perlu dipahami karena akan memiliki implikasi tertentu bagi penyelenggaraan pendidikan.
Tinggi dan Berat Badan
         Bila dibanding dengan pada masa usia dini dan masa remaja pertumbuhan fisik anak SD cenderung lebih lambat dan relatif konsisten. Laju perkembangan seperti ini berlangsung sampai terjadinya perubahan-perubahan besar pada awal pubetas.
         Karena adanya penambahan ukuran dalam kerangka tulang, sistem otot, dan ukuran organ tubuh lainnya, tinggi dan berat badan anak secara bertahap terus bertambah. Di Indonesia, belum ada standar baku tentang ukuran kenaikan berat dan tinggi badan anak usia SD, namun penambahan itu diperkirakan berkisar antara 2,5-3,5 kg dan 5-7 cm pertahun(F.A. Hadis. 1996)
         Kaki anak lazimnya menjadi lebih panjang dan tubuhnya menjadi lebih kurus. Massa dan kekuatan otot anak secara bertahap terus meningkat disaat semakin menurunyya kadar lemak bayi. Selama usia SD, kekuatan fisik anak lazimnya meningkat dua kali lipat. Gerakan-gerakan lepas pada massa sebelumnya sangat membantu pertumbuhan otot ini. Dengan demikian, disamping faktor kematangan unsur latihan juga sangat membantu proses peningkatan dalam kekuatan otot.
♦ Proporsi dan Betuk Tubuh
        Anak SD kelas awal umunya masih mempunya proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit berkurang sampai terlihat perbedannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir SD lazimnya proporsi anak sudah mendekati keseimbangan.
        Kekurang seimbangan tubuh anak dapat diamati pada bagian kepala, badan, dan kai. Kepala masih terlalu besar bila dibanding dengan bagian tubuh lainnya. Akan tetapi beberapa perbandingan pada bagian wajah yang kurang seimbang mulai menghilang dengan bertambah besarnya mulut dan rahang, semakin melebar dan meratanya dahi, semakin mengecilnya bibir, serta menjadi lebih besar dan berbentuknya hidung.
        Badan memanjang dan menjadi lebih langsing, lehe menjadi lebih panjang, dada sedikit melebar, perut tidak buncit dan lebih langsing serta lengan dan tungkai memanjang dan tungkai memanjang namun kelihatannya kurus dan belum berbentuk karena otot belum berkembang. Tangan dan kaki juga secara bertahap tumbuh semakin besar, walaupun hal itu terjadi dalam tempo yang agak lambat. Akhirnya sedikit demi sedikit anggota badan anak menjadi semakin kekar dan beris, terutama pada saat menjelang pubertas.
        Jaringan lemak anak SD berkembang lebih cepat daripada jaringan ototnya. Jaringan otot baru akan berkembang agak cepat pada awal pubertas. Besarnya jaringan otot-lemak anak SD akan mengikuti tipe bentuk tubuhnya.
        Tipologi Sheldon (hurlock, 1980) menyatakan ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD .Yang pertama endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar.Yang kedua mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat, dan lebih kekar.Yang terakhir ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemah, dan seperti tak berotot.
        Anak yang bertipe endomorph lemaknya jauh lebih banyak daripada jaringan otot, sedangkan mesomorph lemaknya jauh lebih sedikit daripada jaringan otot.Pada anak yang bertpe ectomorph tidak terdapat jaringan yang melebihi jaringan lainnya sehingga tampak kurus.
        Kondisi proporsi dan bentuk tubuh anak dapat memberikan dampak psikologis tertentu kepada anak. Kondisi proporsi kurang seimbang danatau bentuk tubuh yang berkelainan dapat menumbuhkan sikap-sikap negatif, yakni berupa kekurangpuasan atau bahkan penolakan terhadap dirinya sendiri(self rejection). Hal demikian tentunya akan dapat mempengaruhi perkembangan kepribadian anak khususnya dalam pembentukkan kesan tentang tubuh (body image) dan konsep dirinya(self concept).
♦ Otak
         Pertumbuhan otak dan sistem syaraf merupakan salah satu aspek terpenting dalam perkembangan individu. Dalam otak terdapat pusat-pusat syaraf yang mengendalikan perilaku individu. Bukan hanya pusat-pusat syaraf yang berhubungan dengan perilaku kognisi, melainkan pusat kesadaran emosi pun, menurut Goleman (1995), juga terdapat dalam otak (bagian tengah), yaitu pada sitem limbik dengan pusatnya yang disebut dengan amigdala.
         Bila dibanding dengan pertumbuahn bagian-bagia tubuh lainnya, pertumbuhan otak dan kepala ini jauh lebih cepat. Santorc da Yussen menyatakan sebagian pertumbuhan otak itu terjadi pada masa usia dini. Pada usia tiga tahun saja pertumbuhan otak anak sudah dua pertiga dari ukuran otak orang dewasa. Dan menjelang umur lima tahun, disaat tubuh baru mencapai sepertiga dari ukuran tubuh orang dewasa, ukuran otak anak sudah mencapai kurang lebih 90% dari ukuran otak orang dewasa.
         Hal yang perlu dicatat adalah kematangan otak yang dikombinasi dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak. Dalam hal ini, bukan sekedar kebutuhan nutrisi yang perlu dipenuhi, melainkan juga diperlukan rangsangan-rangsangan yang membuat otak anak berfungsi.
         Menurut penelitian Sperry at al(Witdarmono, 1996), konstruksi jaringan otak itu hanya akan hidup bila diprogram melalui rangsangan. Tanpa dirangsang atau digunakan otak manusia tidak akan berkembang. Karena pertumbuhan otak memiliki keterbatasan waktu, maka rangsangan otak di usia dini menjadi sangat penting. Penundaan yang terjadi akan membuat otak tertutup sehingga tidak dapat menerima program-program baru.
♦ Keterampilan Motorik
        Selama masa anak, kemampuan gerak motorik menjadi jauh lebih halus dari pada masa sebelumnya. Pada saat usia 10 - 11 tahun, anak-anak lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga seperti: lari, lompat tali, dan bersepeda. Dalam ketrampilan motorik kasar yang melibatkan otot besar, anak laki-laki lazimnya mempunyai kemampuan yang lebih baik dari anak perempuan.Hal itu karena jumlah sel-sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada jumlah sel-sel otot anak perempuan.
        Bagi anak, penguasaan ketrampilan-ketrampilan fisik dapat merupakn sumber kesenangan dan prestasi. Anak menjadi senang karena dengan menguasai berbagai aktifitas yang diinginkanya. Begitu pula, unsur pengalaman dalam melakukan berbagai aktifitas tersebut membuat anak menjadi semakin mahir dan terampil.
        Anak usia SD juga sudah lebih mampu mengendalikan tubuhnya sehingga dapat duduk dan memperhatikan sesuatu secara lebih lama. Namun perlu diingat bahwa mereka masih jauh dari kematangan fisik dan mereka masih tetap perlu aktif. Anak SD akan lebih tersiksa kalau harus duduk dan memperhatikan guru dengan lama daripada berlari-lari,bersepeda. Artinya, anak-anak usia SD asih lebih senang melakukan berbagai aktifitas fisik daripada berdiam diri.
        Bagi anak, aktivitas fisik sangat esensial untuk memperhalus ketrampilan fisik mereka. Mereka perlu mendapat kesempatan yang cukup untuk melakuakan berbagai aktivitas sehingga dapat menggerakan semua bagian anggota tubuhnya. Karena itu, suatu prinsip praktek pendidikan yang penting bagi anak usia SD adalah bahwa mereka harus terlibat dalam kegiatan aktif daripada pasif.
        Meningkatkan proses melunasi selama  masa anak terefleksi dalam ketrampilan-ketrampilan motor halus. Anak dapat menggunakan tangan mereka secara lebih lihai. Anak usia 6 tahun dapat melakuakn pekerajaan seperti, memasang tali sepatu, mengancing baju. Menjelang usia 7 tahun, tangan anak menjadi lebih kuat. Pada usia ini, anak dapat menggambar secara lebih kecil dan rapih. Usia antara 8 - 10 tahun, tangan anak dapat digunakan secara bebas dengan lebih mudah dan tepat. Ukuran huruf yang ditulis anak menjadi lebih kecil dan lebih sempurna. Pada usia 10 - 12 tahun, anak mulai menunjukkan ketrampilan manipulatif yang hampir serupa dengan ketrampilan orang dewasa. Pada usia ini, anak dapat menguasai gerakan-gerakan kompleks, berbelit-belit, dan cepat yang diperlukan untuk menghasilkan kualitas karya yang baik atua untuk memainkan perangkat instrumen musik yang sulit. Dalam hal ketrampialn motorik ini, kemampuan anak perempuan biasannya lebih baik daripada kemampuan anak
Kematangan Seksual
        Kematangan seksual merupakan suatu rangkaian dari perubahan-perubahan fisik yang terjadi pada masa pubertas, yang ditandai dengan perubahan pada cirri-ciri seks primer (Primary sex characteristics) dan cirri-ciri seks sekunder (Secondary sex caharacteristics). Meskipun perkembangan ini biasanya mengikuti suatu urutan tertentu, tetapi urutan dari kematangan seksual tidak sama pada setiap anak,dan terdapat perbedaan individual dalam umur dari perubahan-perubahan tersebut.Perubahan Ciri-Ciri Seks PrimerCiri-ciri seks primer menunjukkan pada organ tubuh yang secara langsung berhubungan dengan proses reproduksi.Ciri-ciri seks primer ini berbeda antara anak laki-laki dan perempuan. Bagi anak laki-laki, cirri-ciri seks primer yang sangat penting ditunjukkan dengan pertumbuhan yang cepat dari batang kemaluan(penis) dan kantung kemaluan(scrotum), yang mulai terjadi pada usia sekitar 12 tahun dan berlangsung sekitar 5 tahun untuk penis dan 7 tahun untuk scrotum.Sedangkan pada anak perempuan, perubahan ciri-ciri seks primer ditandai dengan munculnya periode menstruasi, yang disebut dengan menarche, yaitu menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang gadis. Oleh sebab itu, menstruasi pertama pada seorang gadis didahului oleh sejumlah perubahan lain, yaitu meliputi pembesaran payudara, kemunculan rambut disekitar daerah kelamin, pembesaran pinggul dan bahu. Selanjutnya, ketika percepatan pertumbuhan mencapai puncaknya, maka ovarium, uterus, vagina, labia, dan klitoris berkembang pesat.
        Perubahan Ciri-Ciri Seks Sekunder. Ciri-ciri seks sekunder adalah tanda-tanda jasmaniah yang tidak langsung berhubungan dengan proses reproduksi, tetapi merupakan tanda-tanda yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.Diantara tanda-tanda jasmaniah yang terlihat pada laki-laki adalah tumbuh kumis dan janggut, jakun, bahu dan dada melebar, suara berat, tumbuh bulu di ketiak,di dada, di kaki, dan si lengan,dan di sekitar kemaluan, serta otot-otot menjadi kuat. Sedangkan pada perempuan terlihat payudara dan pinggul yang membesar suara menjadi halus,tumbuh bulu ketiak dan di sekitar kemaluan.

3.  Perkembangan Perseptual
      Aktivitas perseptual pada dasarnya merupakan proses perkenalan individu terhadap lingkungannya. Semua informasi tentang lingkungannya itu samapi kepada individu melalui alat-alat indra yang kemudian diteruskan melalui syaraf sensori ke bagian otak. Ada tiga proses aktivitas perseptual yang perlu dipahami, antara lain :
      Sensasi : Peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima. Sensasi berlangsung disaat terjadi antara informasi dengan indra penerima. Dengan demikian, sensasi terjadi proses deteksi informasi secara indrawi. Sebagai contoh, sensasi penglihatan terjadi di saat ada 3 buah berwarna merah dan orange.
      Persepsi : persepsi merupakan kelanjutan dari proses sensasi dimana dalam proses ini terjadi interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Interprestasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. Dalam prosesnya, sensasi dan persepsi sulit untuk dipisahkan karena kedua prose tersebut merupakan sesuatu yang berlangsung secara bersamaan. Sebagai contoh, anak menjadi menjadi tahu bahwa yang dilihat adalah apel dan jeruk. Dilihat dari keragaman indra penerima informasi,persepsi dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu:
J Persepsi Visual
        Persepsi visual adalah persepsi yang didasarkan pada penglihatan. Persepsi ini sangat mengutamakanperan indra penglihatan(mata) dalam proses perseptualnya. Dengan demikian proses perkembangannya pada fungsi indra mata.Akomodasi adalah proses penyesuaian bentuk lensa mata terhadap objek yang dilihat sesuai dengan jarak dengan jarak penglihatannya.Persepsi visual dibedakan menjadi 6, yaitu:
-          Persepsi Konstanitas Ukuran yaitu kemampuan individu mengenal bahwa setiap objek memiliki suatu ukuran yang konstan meskipun jaraknya bervariasi. Secara lebih kompleks persepsi ini juga merupakan kemampuan untuk menimbang secara ukuran objek yang berada dengan jarak pandang yang bervariasi pula.
-          Persepsi tentang objek memungkinkan individu untuk menempatkan suatu objek yang berada pada suatu latar yang membingungkan. Persepsi ini meningkat pada usia 4-8 tahun.
-          Persepsi keseluruhan dan bagian merupakan kemampuan untuk membedakan bagian-bagian suatu objek dari keseluruhannya. Persepsi ini meningkat cepat pada anak usia 9 tahun.
-          Persepsi kedalaman merupakan kemampuan individu untuk mengukur jarak dari posisi tubuh ke suatu objek. Perkembangan dari bayi berumur 6 bulan dan mencapai kematangan pada 10 tahun
-          Persepsi tilikan ruang merupakan kemampuan penglihatan untuk mengidentifikasi, mengenal dan mengukur dimensi ruang.
-          Persepsi gerakan melibatkan kemampuan memperkirakan dan mengikuti gerakan atau perpindahan objek oleh mata.
J Persepsi Pendengaran
Persepsi pendengaran merupakan pengamatan dan penilaian terhadap suara yang diterima oleh bagian telinga.Persepsi LainnyaSelain persepsi yang telas dijelaskan, ada persepsi lainnya yang menggunakan indra seperti sentuhan, penciuman, rasa, serta keseimbangan tubuh.

         Atensi : Mengacu kepada selektifitas (pemilihan) persepsi. Dalam atensi kesadaran seseorang bisa hanya tertuju kepada suatu objek dan informasi dengan mengabaikan objek-objek lainnya. Sebagai contoh, setelah mengetahui jeruk dan apel selanjutnya anak memilih jeruk.proses pemilihan yang akhirnya anak tersebut lebih memilih jeruk tersebut yang dinamakan proses atensi.

4.  Implikasi bagi Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah Dasar
        Perkembangan fisik anak terus berlangsung pada masa usia SD. Begitu pula perkembangan perseptual anak terus mengalami penajaman dan penghalusan.
        Perkembangan biologis dan perseptual anak memiliki keterjalinan dengan aspek-aspek perkembangan lainnya. artinya, permasalahan-permasalahan yang terjadi dalam perkembangan fisik dan perseptual anak bisa berdampak negatif terhadap aspek-aspek perkembangan lainya. Oleh karena itu, pendidik harus benar-benar memberikan perhatian yang cukup terhadap aspek perkembangan fisik dan perseptual anak.
        Dua pemikiran diatas menyarankan agar pendidik benar-benar memberikan perhatian yang cukup terhadap aspek perkembangan fisik dan perseptual anak.
        Pemahaman kita tentang karakteristik perkembangan fisik anak seta faktor yang mempengaruhinya membawa implikasi praktis bagi penyelenggaraan pendidikan di SD. Implikasi tersebut kususnya berkenaan dengan penyelenggaraan pembelajaran secara umum, pemeliharaan kesehatan dan nutrisi anak, penjaskes serta penciptaan lingkungan dan pembiasaan perilaku sehat. Implikasi-implikasi tersebut dijelaskan dalam pembahasan berikut ini.
Implikasi bagi Penyelenggaraan Pembelajaran.
        Berkaitan dengan perkembangan fisik dan perseptual usia SD yang telah dijelaskan di atas, maka menuntut perlunya penyelenggaraan pembelajaran yang sesuai karakteristik dan kebutuhan fisik.Dalam hal ini diperlukan pembelajaran yang hidup, artinya memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk memfungsikan unsur fisik dan aspek perseptual.
Konkritnya, cara pembelajaran yang perlu diterapkan sebagai berikut:
        Yang pertama, programnya disusun secara fleksibel dan tidak kaku serta memperhatikan perbedaan individual anak
        Yang kedua, tidak dilakukan secara monoton dan verbalistik, tapi disajikan secara variatif melalui eksperimen, praktek, permainan,dll.
        Yang ketiga, melibatkan penggunaan berbagai media sehingga memungkinkan melibatkan anak dalam kegiatan pembelajaran tersebut.
☻ Implikasi bagi Penyelenggaraan Pendidikan Olah raga
              Pendidikan olahraga yang rutin dan teratur sangat diperlukan bagi anak SD. Olahraga penting untuk merangsang perkembangan fisik dan perseptual ank. Nah, agar aktifitas olahraga ini memberikan rangsangan yang tepat, maka jenis- jenis kegiatan olahraga yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan tahap perkembangan dan kebutuhan fisik anak.
              Dalam hal ini, yang pentig adalah anak dapat berolahraga dengan senang dan aktif melalui permainan yang dirancang sesuai dengan tahap perkembangan dan dunianya., karena dunia anak adalah dunia gerak dan bermain.
☻Implikasi bagi Pemeliharaan Kesehatan dan Nutrisi Anak
               Dalam hal ini, diperlukan penanaman kebiasaan berperilaku sehat terhadap anak SD yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari kebersihan pakaian, tubuh, keberihan makanan, pemeliharaan kebersihan lingkungan sekitar, serta mendisiplin diri untuk tidak membuang sampah sembarangan.
               Hal lain yang perlu diperhatikan dalam program pendidikan kesehatan bagi anak SD adalah unsur keteladanan dari pihak pendidik. Unsur keteladanan dari ini akan merupakan suatu upaya pengkondisian ankak ke arah berpeilaku sehat. Kiranya akan sulit bagi kita sebagai pendidik untuk menganjurkan anak berperilaku hidup sehat, sementara kitanya sendiri tidak menampilkan cara berperilaku yang dimaksud.
               Hal lain yang tidak kalah penting adalah makanan yang mengandung gizi secara seimbang. Dalam hal ini adalah empat sehat lima sempurna, sebisa mungkin anak terpenuhi dalam hal gizi yang seimbang. Karena jika gizi seimbang maka perkembangan fisik juga akan seimbang, dan jika perkembangan fisik seimbang maka aspek perkembangan lainnya juga akan seimbang.

0 komentar on "PERKEMBANGAN ANAK USIA SD"

Poskan Komentar

Share It

By :
Free Blog Templates